Senin 31 Mei 2021, 11:36 WIB

Indonesia Tekankan Pentingnya Pembangunan Berkelanjutan

Andhika Prasetyo | Humaniora
Indonesia Tekankan Pentingnya Pembangunan Berkelanjutan

Foto/Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden RI Joko Widodo.

 

PRESIDEN Joko Widodo terus mendorong dilakukannya pembangunan yang berkelanjutan, inklusif dan berketahanan demi menjaga kehidupan umat manusia dan seluruh makhluk hidup lainnya di muka bumi.

Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri secara virtual Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) P4G - Partnering for Green Growth and Global Goals 2030 di Korea Selatan, Minggu (30/5).

Sejumlah upaya ekstra, ungkap kepala negara, harus dilakukan demi mencapai pembangunan berkelanjutan.

Yang pertama adalah menyinergikan investasi dan penciptaan lapangan kerja dengan pembangunan hijau.

Di Indonesia, pemerintah telah menerapkan perencanaan pembangunan rendah karbon yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari rencana pembangunan jangka menengah nasional.

"Indonesia juga telah meluncurkan undang-undang Cipta kerja sebagai wujud komitmen Indonesia untuk memastikan agar kemajuan ekonomi dan sosial masyarakat tidak merugikan lingkungan," ujar Jokowi dilansir dari kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (31/5).

Yang kedua, mendorong inovasi dalam memobilisasi sumber daya pendukung bagi implementasi pertumbuhan hijau. Ketersediaan dukungan pendanaan dan transfer teknologi merupakan kunci sukses untuk mendukung langkah tersebut.

Oleh karena itu, sambung Jokowi, Indonesia terbuka bagi investasi dan transfer teknologi.

"Indonesia Tengah mengembangkan kawasan industri hijau terbesar di dunia, lokasinya di Kalimantan Utara yang mempunyai potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan. Indonesia memiliki visi untuk membangun pasar karbon dan akan menjadi pemilik stok karbon terbesar di dunia," jelas mantan wali kota Solo itu.

Terakhir, seluruh negara di dunia perlu memperkuat kerjasama konkret yang bisa segera efektif dilaksanakan dan berkelanjutan. Kita

Masyarakat global harus menghindari kebijakan proteksionisme yang berkedok isu lingkungan. Parameter pro lingkungan juga harus jelas serta diterapkan secara jujur dan transparan.

Jokowi menekankam bahwa kerja sama dan upaya bersama menjadi syarat fundamental bagi kesuksesan ekonomi hijau, terlebih di saat dunia dalam masa pemulihan pandemi.

"Kita tidak bisa melakukan dengan cara-cara biasa, harus dengan cara-cara luar biasa. Kemitraan antarpemangku kepentingan adalah kunci untuk memastikan aktivitas perekonomian, produksi, dan konsumsi dilakukan secara berkelanjutan," tuturnya. (Pra/OL-09)

Baca Juga

Istimewa

Turunkan Angka Stunting, Kemensos Efektifkan Peran Keluarga

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 14:40 WIB
PRESIDEN Joko Widodo memerintahkan kepada para menteri terkait untuk menurunkan angka stunting atau anak gagal tumbuh menjadi 14% pada 2024...
Antara/Sigid Kurniawan.

Munculnya Kasus Positif Covid-19 Baru Harus Diimbangi Testing dan Tracing

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 14:39 WIB
Menurut Lestari, informasi itu harus segera ditindaklanjuti oleh para pemangku kepentingan dengan proaktif melakukan pelacakan yang memadai...
Antara

Raja Ampat dan Merangin Diusulkan jadi Unesco Global Geopark

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 14:05 WIB
INDONESIA berencana mengusulkan geopark Raja Ampat di Papua Barat dan Geopark Merangin di Jambi sebagai Unesco Global Geopark...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Rakyat Kalimantan Selatan Menggugat Gubernur

Sebanyak 53 warga terdampak bencana banjir dari sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan menggugat Gubernur Sahbirin Noor.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya