Kamis 27 Mei 2021, 18:53 WIB

Pegawai Non-ASN Kemenag Dapat Perlindungan dari BPJAMSOSTEK 

mediaindonesia.com | Humaniora
Pegawai Non-ASN Kemenag Dapat Perlindungan dari BPJAMSOSTEK 

Ist
Pertemuan Dirut BPJMSOSTEK Anggoro Eko Cahyo (tengah) dan Menag Yaqut Cholil Qoumas terkait Inpres No 2 Tahun 2021.

 

BELUM genap dua bulan sejak diterbitkannya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek), semakin banyak kementerian/lembaga yang mendukung Inpres tersebut, termasuk Kementerian Agama (Kemenag).

Sebelumnya BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) telah berkoordinasi dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian terkait Inpres 2/2021 ini dan disambut dengan baik.

Kini Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas yang menerima langsung audiensi Direksi dan Dewan Pengawas BPJAMSOSTEK (25/05), mengatakan bahwa dirinya siap membahas bersama BPJAMSOSTEK terkait tindak lanjut dari instruksi Presiden RI yang tertuang di dalam Inpres 2/2021 tersebut.

Menag Yaqut mengatakan,"Kita akan memikirkan bagaimana skemanya sehingga guru dan tenaga kependidikan kami dapat memiliki perlindungan dari BPJAMSOSTEK. Apalagi ini adalah Inpres, di mana seluruh tenaga kerja harus memperoleh perlindungan kerja.”

Sementara itu, Direktur Utama BPJAMSOSTEK Anggoro Eko Cahyo menyambut baik dukungan Menteri Agama tersebut. "Perlu ada dorongan dari seluruh pihak terkait, terutama di kementerian/lembaga untuk memastikan perkembangan implementasi perlindungan Jamsostek," jelas Anggoro.

Anggoro membeberkan fakta bahwa di banding dengan negara tetangga saja, cakupan perlindungan Jamsostek di Indonesia belum maksimal, yaitu baru sekitar 30% dari total pekerja. Belum lagi selama pandemi ini, trennya terus menurun akibat kondisi perekonomian.

“Bentuk dukungan riil yang bisa dilakukan oleh Kementerian, Lembaga Negara dan Pemerintah Daerah selain dengan mendaftarkan pegawai Non-ASN, juga dengan cara menerbitkan peraturan atau regulasi yang mendukung implementasi Inpres Nomor 2/2021,” ungkap Anggoro. 

Saat ini ada sekitar 49 ribu pegawai yang merupakan kategori non-ASN di lingkungan Kemenag dan baru 21,8 ribu pegawai yang sudah terlindungi oleh program Jamsostek. Itupun belum termasuk para guru Madrasah yang jumlahnya diperkirakan mencapai 600 ribuan pegawai di seluruh Indonesia.

Dengan masih banyaknya pekerja yang belum terlindungi tersebut, Anggoro berharap dukungan dari Kementerian Agama beserta jajarannya untuk secara aktif bersama-sama dengan BPJAMSOSTEK mendukung implementasi Inpres dimaksud agar dapat berjalan dengan baik. 

Kemenag akan menyiapkan peraturan perlindungan bagi guru Agama dan GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) Madrasah. Pihaknya juga akan memastikan aturan tersebut tidak hanya sebatas di atas kertas, namun memang bisa diimplementasikan tanpa kendala di lapangan.

Yaqut beranggapan bahwa tidak mungkin rasanya jika terjadi risiko kerja dengan guru-guru madrasah di daerah, Kemenag bisa langsung menangani satu persatu.

Namun Menag juga menekankan, kebijakan untuk memberikan perlindungan ini tidak boleh memberatkan guru dan tenaga kependidikan non-PNS yang saat ini memiliki penghasilan terbatas. “Tentunya kita harus berpikir dengan cara pikir teman-teman honorer ini. Jangan sampai (premi yang dibayarkan) akan mengurangi pendapatan teman-teman ini,” pesan Menag. 

Pihak Kemenag juga berharap agar BPJAMSOSTEK dapat melakukan edukasi ke lingkungan Pesantren agar memberikan pemahaman yang mendalam tentang perlindungan Jamsostek. 

Menutup kunjungannya di Kemenag, Anggoro berharap agar semua yang dilakukan saat ini dapat mendatangkan hasil yang positif dan perlindungan jaminan sosial yang menyeluruh bagi seluruh pekerja Indonesia. 

Secara terpisah Deputi Direktur BPJAMSOSTEK Wilayah DKI Jakarta Eko Nugriyanto menjelaskan bahwa pihaknya beserta seluruh Kantor Cabang di jajaran wilayah DKI Jakarta terus melakukan dan meningkatkan kerjasama (kolaborasi) dengan para stakeholder dan pemangku kepentingan guna mengimplementasikan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2021.

"Kami juga secara massif melakukan sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat berbagai manfaat yang diperoleh dari program BPJAMSOSTEK salah satunya manfaat program pendidikan beasiswa bagi 2 orang anak hingga lulus sampai perguruan tinggi," ungkap Eko.

"Kenaikan manfaat beasiswa hingga Rp174 Juta untuk 2 orang Anak ini sesuai dengan manfaat yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2019 Tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program JKK dan JKM," lanjut Eko. (RO/OL-09)

Baca Juga

DOK KEMENSOS

Balai Efata Kupang Serius Kembangkan Pocadi untuk Tingkatkan Literasi Penerima Manfaat, Pegawai, Pelajar dan Warga Sekitar

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 30 November 2021, 15:20 WIB
Pocadi untuk Tingkatkan Literasi Penerima Manfaat, Pegawai, Pelajar dan Warga...
AFP

Tidak Cukup Tutup Akses, Pemerintah Harus Batasi Mobilitas dan Tingkatkan Surveilans Kasus

👤Atalya Puspa 🕔Selasa 30 November 2021, 15:20 WIB
Upaya pemerintah untuk menutup akses masuk negara guna mencegah masuknya varian Omicron harus dilengkapi dengan upaya pembatasan mobilitas,...
Antara

Ini Upaya Sekolah Mencegah Generasi Radikal Sejak Dini

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Selasa 30 November 2021, 15:15 WIB
UNTUK menghindari menciptakan pelajar atau generasi yang radikal berbagai upaya dilakukan sekolah untuk menciptakan kegiatan peserta didik...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya