Senin 24 Mei 2021, 10:45 WIB

Menteri LHK Dorong Geneasi Muda Terapkan Green Leadership

Atalya Puspa | Humaniora
Menteri LHK Dorong Geneasi Muda Terapkan Green Leadership

ANTARA/ AGUS Bebeng
PENDIDIKAN LINGKUNGAN: Seorang guru menjelaskan perihal sampah di sekitar lingkungan sekolah kepada muridnya sebagai konsep generasi hijau.

 

MASALAH sumber daya alam dan lingkungan hidup serta kehutanan Indonesia sangat kompleks dan memerlukan perhatian semua elemen bangsa, termasuk generasi muda. Indonesia membutuhkan generasi penerus sebagai pengelola lingkungan hidup dan kehutanan ke depan, yang dibekali pendidikan, pengetahuan dan leadership (kepemimpinan).

"Mereka adalah awal dari potensi untuk membangun dan menjaga lingkungan hidup, sebagai generasi muda yang mencintai Indonesia,” ungkap Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya,  dalam keterangan resmi, Senin (24/5). Green Leadership (Kepemimpinan Hijau) adalah kemampuan dari seorang individu pemimpin dalam menentukan kebijakan yang pro lingkungan dan dapat memengaruhi serta memobilisasi individu lain dalam organisasi untuk mendukung kebijakan pro lingkungan tersebut.

Kualitas lingkungan akan menentukan masa depan, karena akan berdampak terhadap kualitas hidup manusia, seperti ekonomi, ketahanan pangan, dll. Selain itu, pengetahuan yang dimiliki, teknologi, perilaku serta komitmen juga menjadi faktor penting dalam keberlanjutan dan kualitas interaksi dengan lingkungan, dimana generasi muda saat ini sebagai penentu.

Sebagai negara yang sedang menikmati bonus demografi, Indonesia kini memiliki jumlah anak muda potensial penggerak perubahan yang sangat banyak. Berdasarkan statistik, dari 270 juta penduduk Indonesia, sekitar 25,87% adalah generasi milenial (usia sekarang 24 – 39 tahun) dan 27,94% adalah generasi Z (usia 8 – 23 tahun).

Potensi yang mereka miliki berupa idealisme, mobilitas tinggi dan dinamis, kepedulian dan kesetiakawanan sosial, inovatif dan kreatif serta keberanian dan keterbukaan, dapat dimaksimalkan untuk menjadi penggerak pelestarian sumber daya alam dan lingkungan Indonesia kedepan.

“Di era sekarang, generasi X (usia sekarang 40 – 55 tahun) pada umumnya merupakan pemimpin puncak di berbagai organisasi/perusahaan, generasi milenial sebagai manajemen madya dan generasi Z menjadi angkatan kerja baru," ungkapnya.

Sebagai generasi penentu, Siti mengatakan generasi muda dapat terlibat langsung dalam aksi nyata upaya pelestarian lingkungan. Misalnya peran dalam pengelolaan sampah dan limbah, generasi muda dapat bergerak bersama-sama menjadi ecopreneur, menerapkan konsep sirkular ekonomi, serta dapat mendorong upaya pengelolaan sampah dan limbah berkelanjutan.

Selain itu, dalam kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan, generasi muda juga dapat berpartisipasi dengan terus menanam dan memelihara pohon. Dalam hal Penegakan Hukum LHK, Generasi milenial dapat berperan sebagai agent of change. Mereka dapat berperan aktif dalam diskusi terbuka; kampanye melalui media sosial; pengawasan sosial; agent of iron stock; serta penyampaian informasi dalam pengelolaan lingkungan hidup.

Bahkan generasi ini dapat berpartisipasi dalam pengendalian karhutla dengan menanamkan kesadaran pada diri sendiri untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan; Membuat dan menyebarkan konten atau opini positif dan konstruktif di media sosial yang mendukung pelestarian alam dan lingkungan; dan Proaktif melakukan kampanye dan sosialisasi langsung di desa rawan karhutla dan kunjungan ke sekolah; serta berpartisipasi dalam pengembangan inovasi pengendalian karhutla misalnya zat aditif untuk pemadaman di lahan gambut.

Adanya kejadian-kejadian besar seperti tsunami, kebakaran hutan, dan pemanasan global serta perubahan iklim, yang mengakibatkan kehancuran alam, menyadarkan generasi Z akan pentingnya alam. Hal ini menjadi pemicu kepedulian gen Z, yang merindukan suasana alam yang benar-benar terjaga seperti saat mereka kecil.

“Sangat baik ketika ada satu generasi yang menjadi pionir bagi kepedulian terhadap isu lingkungan. Untuk itu, sangatlah diperlukan dukungan dan perhatian dari generasi yang lebih matang untuk membuat generasi ini tetap pada jalannya yang idealis,” tegas Siti.

Program Green Leaders Indonesia ini diinisiasi oleh Institut Hijau Indonesia. Program ini akan memfasilitasi anak muda sebagai generasi penerus bangsa agar memiliki perspektif keadilan sosial dan lingkungan hidup dan keberpihakan kepada lingkungan hidup. Program ini ingin menjaring calon pemimpin yang berasal dari beragam latar belakang agar semua segmen dalam masyarakat memiliki calon pemimpin yang punya prespektif green dan keberpihakan nyata bagi penyelamatan dan pelestarian lingkungan hidup. Para peserta didik akan ditemani oleh para leaders, akademisi, praktisi, dan aktivis yang memiliki rekam jejak Panjang dalam bidang masing-masing.(H-1)

Baca Juga

ANTARA/Asep Fathulrahman.

Tanggal Maulid Nabi 2022 dan Sejarahnya

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Senin 03 Oktober 2022, 23:30 WIB
Kata maulid atau milad dalam bahasa Arab berarti hari lahir. Maulid Nabi menjadi momen untuk mengingat, menghayati, dan memuliakan...
Antara

66,37% Anak Terproteksi Vaksinasi Lengkap

👤MGN 🕔Senin 03 Oktober 2022, 23:18 WIB
Sebanyak 21.159.070 anak telah menerima vaksin dosis pertama. Jumlah itu sama dengan 80,15 persen dari...
Freepik

Doa Koronka Kerahiman Ilahi

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Senin 03 Oktober 2022, 23:04 WIB
Umat Katolik disuruh untuk berdoa Koronka Kerahiman dan menguduskan Gambar Kerahiman...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya