Senin 17 Mei 2021, 11:40 WIB

Pemudik di Bakauheni Wajib Jalani Rapid Antigen

Nur Azizah | Humaniora
Pemudik di Bakauheni Wajib Jalani Rapid Antigen

Antara
Pemudik asal pulau Jawa mengantre saat akan turun dari kapal di pelabuhan penyeberangan Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung, Rabu (5/5/2021)

 

MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi mewajibkan pemudik yang melewati Pelabuhan penyeberangan Bakauheni untuk melakukan rapid antigen. Sebagai upaya mengantisipasi penyebaran covid-19 selama arus balik.

Pemudik juga diminta melakukan tes kesehatan secara mandiri di daerah asal untuk menghindari penumpukan di pelabuhan. Setelah itu, pemudik wajib menunjukkan tes rapid antigen dengan hasil negatif.

"Untuk menghindari adanya penumpukan di Bakauheni, maka kami meminta kepada para penumpang agar melakukan tes rapid antigen secara mandiri di daerah asal keberangkatan. Penumpang wajib membawa hasil negatif tes rapid antigen sebelum keberangkatan," kata Budi seperti dikutip dari laman Setkab.go.id, Jakarta, Senin (17/5)

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan covid-19 dalam satu bulan terakhir terjadi peningkatan kasus yang signifikan di hampir seluruh provinsi di Pulau Sumatra. Untuk itu perlu upaya memperketat pergerakan penumpang khususnya dari Sumatra ke Pulau Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni.

"Kita memang melihat bahwa ada kurang lebih sebanyak 400 ribu orang yang sudah bergerak dari Jawa ke Sumatra. Tentunya di hari-hari ini dan beberapa hari ke depan akan ada suatu pergerakan balik dari Sumatra ke Jawa, untuk itu kami melakukan suatu koordinasi yang intens untuk melakukan pengendalian," ujar Budi.

Sebelumnya, Budi memprediksi 3,6 juta pemudik akan balik pada H+3 Lebaran atau Minggu, 16 Mei 2021. Jumlah ini sekitar 22 persen dari total pemudik. Melihat potensi pergerakan yang sangat tinggi, Budi mengimbau masyarakat untuk menunda kepulangan. Tujuannya, agar pemudik tidak bertemu di satu titik.

Dia juga mengusulkan agar dilalukan tracing yang intensif di beberapa tempat yang konsentrasinya tinggi. Beberapa diantaranya ialah Madiun, Ngawi,Surabaya, Solo, Jogjakarta, Semarang, Cirebon, dan Jakarta.

Tracing juga perlu dilakukan di Pulau Sumatra seperti di Pelabuhan Bakauheni. (medcom/OL-13)

Baca Juga: Hari Ini Mendagri Tandatangani Perpanjangan PPKM Hingga 31 Mei

 

Baca Juga

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Menkes: Tingkat Keparahan Omikron Rendah, Jangan Panik

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Kamis 27 Januari 2022, 18:12 WIB
Ciri-ciri yang kedua dari varian omikron yakni hospitalisasi rate lebih rendah dan tingkat keparahannya juga lebih...
Dok.MI

Pusat Minta DKI Jakarta, Jabar dan Banten Tekan Kasus Covid-19

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 27 Januari 2022, 18:04 WIB
Satgas Penanganan Covid-19 mencatat DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten menyumbang 13 ribu kasus atau 90,4% dari total 14 ribu kasus dalam...
MI/RAMDANI

DKI Jakarta Jadi Medan Perang Pertama Lawan Omikron

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Kamis 27 Januari 2022, 17:58 WIB
"Pola penyebaran omikron mulainya di Jakarta dulu. Kalau saya lihat polanya bergeser ke Jawa Barat dan Banten kemudian ke Jawa Timur...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya