Jumat 30 April 2021, 17:22 WIB

KH Zulkifli: Puasa Ajarkan Kendalikan Diri dan Junjung Toleransi

mediaindonesia.com | Humaniora
KH Zulkifli: Puasa Ajarkan Kendalikan Diri dan Junjung Toleransi

Antara/HO
Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (Wasekjen DPP) Al-Ittihadiyah KH.Zulkifi

 

WAKIL Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (Wasekjen DPP) Al-Ittihadiyah KH.Zulkifi mengatakan puasa ajarkan umat untuk mengendalikan diri sebagai seorang yang beriman dan menjunjung toleransi.

DI dalam kehidupan bermasyarakat ada hal-hal yang perlu disikapi secara bijak dan benar, sehingga diharapkan dengan pengendalian diri dan toleransi tidak menimbulkan pertentangan di antara sesama umat manusia, katanya.

“Bangsa kita ini adalah bangsa yang majemuk yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa, bahasa dan juga agama. Dalam menghadapi situasi yang demikian, kuncinya adalah bagaimana kita bisa bersikap saling toleransi di antara sesama, baik sesama umat maupun dengan umat yang lain,” ucap KH Zulkifi di Jakarta, dalam keterangan tertulis yang diterima Antara, Jumat (30/4).

Ia mengungkapkan bahwa toleransi itu juga ada di dalam peraturan agama. “Nah marilah toleransi itu kita jaga dengan sebaik-baiknya sehingga tidak menimbulkan letupan-letupan yang akan dapat menimbulkan gejolak antar sesama umat manusia dan umat agama lain di negeri ini,” imbuhnya.

Apalagi, menurut dia, puasa juga dapat membuat umat bisa bersama-sama merasakan bagaimana orang-orang yang selama ini hidup kekurangan. Kemudian diberikan bantuan kepada mereka dalam bentuk zakat. Hal ini sebagai upaya untuk memberikan perhatian sehingga mereka bisa memenuhi hak-haknya sebagai manusia.

“Perhatian kepada orangnya dan juga pemahamannya tentang hidup bermasyarakat. Kalau dia hidup bermasyarakat dengan baik, dia tidak akan menimbulkan hal-hal yang di luar batas kemanusiaan, tidak menimbulkan hal-hal yang merusak, membunuh orang dan segala macamnya,” tegas Zulkifli.

Zulkifli menyampaikan dengan momentum bulan Ramadan ini, sebagai sesama anak bangsa perlu merawat kerukunan dengan sebaik-baiknya agar apa yang dicita-citakan yaitu masyarakat sejahtera, adil, makmur bisa terwujud tanpa dihantui oleh rasa takut dan rasa was-was. Itu menjadi satu keniscayaan untuk masa depan.

“Kuncinya tentu tadi itu. Kalau dia punya prinsip keagamaan yang bagus, tentu dia akan saling bertoleransi atau kasarnya dalam agama itu hal-hal yang ‘muamalah’. Dia juga tidak melakukan tindakan-tindakan yang akan merugikan dan merusak orang lain,” jelas Wakil Sekretaris Jenderal Lembaga Persahabatan Ormas Islam (Wasekjen LPOI) itu.

Selain itu, Zulkifli juga mengingatkan bahwa pada masa pandemi Covid-19 hendaknya masyarakat dapat kembali kepada ajaran agama masing-masing dan terus mengembangkan sikap saling hormat-menghormati, saling tegur sapa antarsatu sama lain dan saling mengingatkan bahwa musibah pandemi Covid-19 ini adalah sesuatu hal yang harus disikapi dengan sebaik-baiknya, sehingga semua bisa terhindar dari penyakit tersebut.

“Untuk itulah kesadaran kita diuji agar bagaimana kita merawat diri dan keluarga kita, kemudian menasehati tetangga kita supaya bisa melaksanakan kewajibannya sehingga mereka dapat menjaga standar kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia berpendapat dengan kemajuan teknologi informasi di media sosial saat ini, seperti informasi negatif yang disebar di WhatsApp (WA) kadang-kadang juga akan menimbulkan hal-hal yang tidak bagus di kalangan antarsesama manusia.

Untuk itu di bulan Ramdan ini ia meminta dan berharap agar umat Islam banyak berdzikir dan banyak membaca Al-Quran, sehingga dapat mengurangi kegiatan seperti chatting-chatting yang sekiranya dapat merugikan diri sendiri dan juga orang lain.

“Dengan demikian tidak menimbulkan hal-hal yang yang tidak kita inginkan, seperti misalnya menyebar hoaks atau fitnah. Apalagi di bulan Ramadan ini bersama kita untuk takaful atau saling melindungi, berdzikir, membaca Al-Quran yang banyak sehingga terhindar dari hal-hal yang seperti itu. Itu yang kita harapkan,” ucapnya. (Ant/OL-09)
 

Baca Juga

Dok. Indoffod

Ketahanan Pangan Jadi Tema Beasiswa Riset IRN 2021

👤Citra Larasati 🕔Rabu 23 Juni 2021, 02:00 WIB
Program IRN adalah pemberian dana bantuan riset kepada mahasiswa S1)yang tengah melakukan penelitian sebagai syarat untuk...
MI/Syarief Oebaidillah

Program Kampus Merdeka Jadi Penilaian Kegigihan Mahasiswa

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 23 Juni 2021, 01:00 WIB
Berbagai program tersebut, di antaranya magang bersertifikat, pertukaran mahasiswa, Kampus Mengajar, dan magang dengan...
naturalpluspharma.com

Obat Herbal Asal Tiongkok Dinilai belum Beradaptasi

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 22 Juni 2021, 23:41 WIB
Ketimbang menggunakan obat herbal tersebut, lebih baik para peneliti maupun pengembang obat tradisional di Indonesia mencari dan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kereta Api Makassar-Parepare Membangun Ekonomi dan Peradaban

Belanda pernah membuat jalur kereta api Makassar-Takalar, namun sejak Jepang berkuasa jalur itu dibongkar. Dan baru era sekarang, Sulawesi Selatan kembali memiliki jalur  kereta api

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya