Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (Wasekjen DPP) Al-Ittihadiyah KH.Zulkifi mengatakan puasa ajarkan umat untuk mengendalikan diri sebagai seorang yang beriman dan menjunjung toleransi.
DI dalam kehidupan bermasyarakat ada hal-hal yang perlu disikapi secara bijak dan benar, sehingga diharapkan dengan pengendalian diri dan toleransi tidak menimbulkan pertentangan di antara sesama umat manusia, katanya.
“Bangsa kita ini adalah bangsa yang majemuk yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa, bahasa dan juga agama. Dalam menghadapi situasi yang demikian, kuncinya adalah bagaimana kita bisa bersikap saling toleransi di antara sesama, baik sesama umat maupun dengan umat yang lain,” ucap KH Zulkifi di Jakarta, dalam keterangan tertulis yang diterima Antara, Jumat (30/4).
Ia mengungkapkan bahwa toleransi itu juga ada di dalam peraturan agama. “Nah marilah toleransi itu kita jaga dengan sebaik-baiknya sehingga tidak menimbulkan letupan-letupan yang akan dapat menimbulkan gejolak antar sesama umat manusia dan umat agama lain di negeri ini,” imbuhnya.
Apalagi, menurut dia, puasa juga dapat membuat umat bisa bersama-sama merasakan bagaimana orang-orang yang selama ini hidup kekurangan. Kemudian diberikan bantuan kepada mereka dalam bentuk zakat. Hal ini sebagai upaya untuk memberikan perhatian sehingga mereka bisa memenuhi hak-haknya sebagai manusia.
“Perhatian kepada orangnya dan juga pemahamannya tentang hidup bermasyarakat. Kalau dia hidup bermasyarakat dengan baik, dia tidak akan menimbulkan hal-hal yang di luar batas kemanusiaan, tidak menimbulkan hal-hal yang merusak, membunuh orang dan segala macamnya,” tegas Zulkifli.
Zulkifli menyampaikan dengan momentum bulan Ramadan ini, sebagai sesama anak bangsa perlu merawat kerukunan dengan sebaik-baiknya agar apa yang dicita-citakan yaitu masyarakat sejahtera, adil, makmur bisa terwujud tanpa dihantui oleh rasa takut dan rasa was-was. Itu menjadi satu keniscayaan untuk masa depan.
“Kuncinya tentu tadi itu. Kalau dia punya prinsip keagamaan yang bagus, tentu dia akan saling bertoleransi atau kasarnya dalam agama itu hal-hal yang ‘muamalah’. Dia juga tidak melakukan tindakan-tindakan yang akan merugikan dan merusak orang lain,” jelas Wakil Sekretaris Jenderal Lembaga Persahabatan Ormas Islam (Wasekjen LPOI) itu.
Selain itu, Zulkifli juga mengingatkan bahwa pada masa pandemi Covid-19 hendaknya masyarakat dapat kembali kepada ajaran agama masing-masing dan terus mengembangkan sikap saling hormat-menghormati, saling tegur sapa antarsatu sama lain dan saling mengingatkan bahwa musibah pandemi Covid-19 ini adalah sesuatu hal yang harus disikapi dengan sebaik-baiknya, sehingga semua bisa terhindar dari penyakit tersebut.
“Untuk itulah kesadaran kita diuji agar bagaimana kita merawat diri dan keluarga kita, kemudian menasehati tetangga kita supaya bisa melaksanakan kewajibannya sehingga mereka dapat menjaga standar kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia berpendapat dengan kemajuan teknologi informasi di media sosial saat ini, seperti informasi negatif yang disebar di WhatsApp (WA) kadang-kadang juga akan menimbulkan hal-hal yang tidak bagus di kalangan antarsesama manusia.
Untuk itu di bulan Ramdan ini ia meminta dan berharap agar umat Islam banyak berdzikir dan banyak membaca Al-Quran, sehingga dapat mengurangi kegiatan seperti chatting-chatting yang sekiranya dapat merugikan diri sendiri dan juga orang lain.
“Dengan demikian tidak menimbulkan hal-hal yang yang tidak kita inginkan, seperti misalnya menyebar hoaks atau fitnah. Apalagi di bulan Ramadan ini bersama kita untuk takaful atau saling melindungi, berdzikir, membaca Al-Quran yang banyak sehingga terhindar dari hal-hal yang seperti itu. Itu yang kita harapkan,” ucapnya. (Ant/OL-09)
Masyarakat diingatkan untuk memperhatikan asupan mikronutrien guna menjaga daya tahan tubuh, terutama karena Ramadan tahun ini diprediksi bertepatan dengan musim hujan.
Oahraga yang dilakukan sesaat setelah sahur sangat tidak dianjurkan. Hal ini karena aktivitas fisik di pagi hari saat berpuasa dapat memicu dehidrasi.
Asupan nutrisi pada waktu sahur dan berbuka harus benar-benar diperhatikan agar kebutuhan vitamin, mineral, dan air tetap terpenuhi.
Memasuki awal tahun 2026, pertanyaan puasa berapa hari lagi mulai ramai diperbincangkan oleh umat Islam.
Lebih dari 70 studi menunjukkan puasa 8–24 jam tidak memengaruhi daya ingat, fokus, atau penalaran pada orang dewasa. Namun, efeknya berbeda pada anak dan remaja.
Cara membayar fidyah puasa dengan uang versi Hanafiyah adalah dengan memberikan nominal yang sebanding dengan harga kurma atau anggur seberat 3,25 kg untuk per hari puasa yang ditinggalkan.
Masyarakat diingatkan untuk memperhatikan asupan mikronutrien guna menjaga daya tahan tubuh, terutama karena Ramadan tahun ini diprediksi bertepatan dengan musim hujan.
Tak hanya menghadirkan oleh-oleh dari Arab Saudi, Bursa Sajadah juga membawa produk dari Turki, India, hingga aneka snack sehat khas berbagai kota di Indonesia.
Pola gangguan kesehatan ini bahkan konsisten muncul pada hari ketiga Ramadan selama dua tahun terakhir.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia memperingati Hari Ulang Tahun ke-25 setiap tanggal 17 Januari.
Rayakan Ramadhan dengan 5Parkling Ramadhan Iftar di Hotel Park 5 Simatupang. Nikmati 14 menu rotasi Indonesia, Asian, Timur Tengah, dan Western dengan promo Early Bird menarik.
JS Luwansa Hotel Jakarta menghadirkan “RaSa”, konsep Ramadan dengan sajian Nusantara, Asia, dan Timur Tengah, lengkap dengan paket iftar, meeting, dan menginap.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved