Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memantau siklon tropis surigae menjauhi Indonesia per Kamis (15/4) sejak pukul 19.00 WIB. Namun, masyarakat tetap diimbau mewaspadai gelombang laut tinggi di sejumlah perairan.
"Diperkirakan intensitas Siklon Tropis Surigae dalam 24 jam ke depan akan meningkat dan bergerak ke arah barat-barat laut menjauhi wilayah Indonesia," tulis data BMKG, Jumat (16/4).
BMKG menyebut Siklon Tropis Surigae terpantau berada di Samudra Pasifik Utara Papua. Kecepatan pergerakan siklon itu enam kilometer per jam. BMKG memperkirakan tidak terjadi hujan dengan intensitas lebat di wilayah timur Indonesia. Sebelumnya, BMKG sempat mengimbau masyarakat mewaspadai hujan lebat di beberapa wilayah seperti Papua dan Maluku.
"Namun dampak gelombang laut tinggi tetap perlu diwaspadai," tulis data BMKG.
Baca juga: Awas Siklon Tropis Surigae! BMKG Prediksi Berkembang Jadi Topan
Gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter diramal terjadi di Laut Sulawesi tengah dan timur, Perairan Kepulauan Sangihe-Kepulauan Talaud, Perairan Kepulauan Sitaro, dan Perairan Bitung-Likupang. Kemudian, Laut Maluku dan Perairan Selatan Sulawesi Utara.
"Lalu, Perairan Kepulauan Halmahera, Laut Halmahera, Perairan Raja Ampat bagian utara, Perairan Manokwari, Perairan Biak, Teluk Cenderawasih, dan Perairan Jayapura-Sarmi," tulis BMKG.
Sementara itu, gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter diperkirakan terjadi di Samudra Pasifik Utara Halmahera dan Samudra Pasifik Utara Jayapura. Berikutnya, gelombang setinggi 4 hingga 6 meter yang berpotensi terjadi di Samudra Pasifik utara Papua Barat hingga Biak.(OL-5)
Selain pengaruh siklon tropis, kondisi cuaca ekstrem juga dipicu oleh menguatnya Monsun Asia serta aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini cuaca yang berlaku 30 Januari hingga 1 Februari 2026.
Bibit Siklon Tropis 97S yang saat ini terpantau di wilayah utara Australia berpotensi menguat menjadi siklon tropis dalam beberapa hari ke depan.
BMKG sudah menyampaikan bahwa ada beberapa titik di Pulau Jawa yang dibayangi badai siklon yang mengakibatkan cuaca ekstrem.
BMKG El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diperkirakan berlangsung pada 6-13 Januari 2026.
Sistem siklon tersebut memicu terbentuknya daerah belokan angin, pertemuan massa udara, serta perlambatan kecepatan angin di wilayah NTT.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved