Sabtu 23 Januari 2021, 13:25 WIB

Kobarkan Nasionalisme dan Kecintaan terhadap Budaya Bangsa

Eni Kartinah | Humaniora
Kobarkan Nasionalisme dan Kecintaan terhadap Budaya Bangsa

Dok.Ist
Ilustrasi

 

DESAINER Sonya Morina, yang memiliki konsep berbeda dan unik pada setiap rancangan busananya. Ciri khasnya adalah melukis di atas kain sutra. Pada acara yang diselenggarakan Asosiasi Pengusaha dan Perancang Mode Indonesia (APPMI) Jawa Barat, karyanya diterjemahkan dengan mencampurkan beragam pola dan motif tenun Nusantara dengan sentuhan khusus kontemporer namun lekat tradisi dan budaya dalam sebuah pertunjukan bertema 'Dvipantara'.

Beberapa karyanya bersama Kedutaan Besar RI Praha dipamerkan juga dalam pameran busana “54th International Fashion Fair-STYL” yang diselenggarakan di kota Brno, Republik Ceko pada 24-26 Agustus 2019. Pameran STYL  adalah salah satu pameran industri busana bisnis dan komersial terbesar di Eropa.

Baca juga: Botol Motif Batik Upaya Lestarikan Budaya Bangsa

Kali ini Sonya Morina menghadirkan koleksi terbaru yaitu scarf dengan bahan ramah lingkungan,dibuat untuk mengurangi penggunaan energi dan untuk membantu melawan perubahan iklim.  Menurutnya,  proses produksi pakaian tidak hanya berbahaya bagi planet kita, tapi juga membunuh ribuan petani dan produsen setiap tahun karena bahan kimia dan limbahnya. Sonya Morina juga membuat koleksi itu juga untuk mengembalikan harmoni pada bumi kita, menyelamatkan hutan dan air untuk generasi mendatang dan menjaga planet tetap hijau .

Dengan membuat cerita di setiap lembar nya tentang Indonesia yang kaya dengan budaya, karya yang dibuat kali ini yaitu koleksi scarf nya bertema Unity in Diversity atau bersatú dalam perbedaan yang mungkin kini mulai terusik. Ada banyak faktor di mana keberagaman di Indonesia menjadi isu yang sensitif. Mulai dari konstelasi politik sampai dengan kagetnya masyarakat Indonesia terhadap sosial media.

"Di tengah isu-isu identitas dan juga agama yang begitu massif, kita lupa bahwa Indonesia tidak terdiri dari satu suku maupun satu agama saja. Indonesia bukan mengenai mana yang mayoritas dan mana yang minoritas," paparnya.

"Kebencian tumbuh karena diajarkan, begitu juga kebaikan dan toleransi. Jika negara ini pecah hanya karena perbedaan, itu adalah hal yang tidak bisa ditarik kembali. Sekali pecah, maka bisa jadi akan pecah selamanya.
Jadi, ajarkan toleransi kepada siapapun di dekat kita, mulai dari circle yang paling kecil yakni keluarga. Indonesia pada hakekatnya berdiri karena keberagamannya untuk itu, mari kita jaga bersama," lanjutnya.

Beberapa koleksi scarf Sonya Morina adalah mengangkat cerita tentang Burung Rangkong dan Burung Cendrawasih. Burung Enggang yang dikenal dengan Hornbill atau yang lebih sering dikenal dengan Rangkong, dalam bahasa Indonesia maupun dayak adalah jenis burung langka yang terdapat di negara kepulauan republik Indonesia.

Penggunaan simbol burung, kata dia adalah karena status nya sebagai salah satu binatang langka yang ada di Indonesia, yang menjadikannys salah satu ciri khasnya dan simbol suatu adat di Indonesia. Selain bentuk fisik nya yang menawan. Burung ini merupakan burung yang agak sulit untuk dikembang biakan karena keistimewaan sebagai simbol kharisma, cinta, dan gotong royong dalam membangun sesuatu.

Posisi burung saling bertolak belakang atau melirik depan dan belakang atau kanan dan kiri. Hal itu adalah suatu bentuk seluas mana kita memandang tanpa batasan tetapi dengan kebijakan kita sebagai umat manusia dalam memandang suatu hal baik besar maupun kecil.

Koleksi lainnya yaitu burung Cendrawasih yang mengangkat cerita tentang Papua yang tidak hanya dianugerahi keindahan alam dan kekayaan sumber daya alam. Provinsi paling timur Indonesia itu juga memiliki fauna yang sangat indah.
Burung yang memiliki campuran lebih dari tiga warna cerah pada bulunya ini berasal dari pulau ini. Selain penampilannya yang megah, Cendrawasih juga dikaruniai suara yang indah dan tarian yang memukau.

Karena keindahan burung Cendrawasih dan Burung Rangkong saat ini dikategorikan sebagai spesies yang terancam punah,  dibuatlah koleksi berbahan organik ramah lingkungan yang mengexplorasi keunikan dan kekayaan warisan budaya Nusantara yang dipadu dengan inovasi dan ide tak terbatas.

"Siapa kini yang peduli untuk menjaga, merawat, melestarikan, memperjuangkan, atau bahkan mengembangkan warisan tradisi dan khazanah kultural, intelektual, dan spirititual serta nilai-nilai luhur leluhur nusantara kita?"
 
"Kali ini Saya ingin membangkitkan rasa nasionalisme untuk mencintai kekayaan bangsa kita sendiri melalui setiap desain scarf dari beragam daerah di Indonesia  Saya sangat mencintai kebudayaan Indonesia, maka dari itu koleksi scarf ini diharapkan dapat mengingatkan dan membangun rasa kepedulian pada ragam budaya, flora dan fauna Indonesia," ujar Sonya. (RO/A-1)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Gelorakan Kesetaraan Dalam Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Lewat Pertunjukan

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 20:30 WIB
Harkitnas bisa dimaknai dengan lebih jauh lagi. Termasuk dalam kesetaraan gender antara pria dan...
Antara/Zabur Karuru.

Lumba-Lumba Cicipi Air Seni Teman untuk Ketahui Kehadiran Mereka

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 20:30 WIB
Untuk lumba-lumba hidung botol, rasa urine dan bunyi suara yang memungkinkan mereka mengenali teman-teman mereka dari...
DOK Pribadi.

ChildFund Menjadi Pionir Integrasi Keterampilan Nonteknis ke Pendidikan Vokasi

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 20:29 WIB
Kolaborasi di bidang peningkatan keterampilan teknis bagi peserta didik di satuan pendidikan vokasi ini akan berlangsung selama tiga...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya