Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Universitas Terbuka Sukses Atasi Kendala Teknis UAS

Mediaindonesia.com
11/12/2020 09:17
Universitas Terbuka Sukses Atasi Kendala Teknis UAS
Rektor Universitas Terbuka Prof. Ojat Darojat.(DOK UT)

Pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) 2020.2 di Universitas Terbuka (UT) telah selesai. Dengan salah satu modus baru dalam layanan ujian online yaitu Take Home Exam (THE).

Meskipun sempat mengalami kendala teknis dan jaringan pada hari pertama, Sabtu (5 Desember 2020), tim khusus yang dibentuk pihak UT dapat bertindak cepat dengan melakukan berbagai pembenahan sebagai bukti keseriusan pihak UT agar ujian berjalan lancar dan tidak merugikan hak-hak mahasiswa.

Terbukti, pelaksanaan UAS online pada Selasa (8/12) bisa berjalan dengan baik dan normal seperti biasanya. Sekitar 159.000 mahasiswa mengikuti UAS dengan skema THE yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia dan sebagian lagi tersebar di 90 negara lainnya.

''Monitoring Integrated System yang kami miliki mampu memantau dengan baik lalu lintas data, titik persebaran peserta ujian, serta mengoptimalkan pertahanan terhadap serangan cyber yang dilakukan oleh pihak luar,'' kata Plh. Kepala Pusat Pengembangan Hubungan Internasional dan Kemitraan, UT, Yuli Tirtariandi El Anshori dalam rilisnya.

Kelancaran pelaksanaan UAS online pada Selasa (8/12) tersebut dapat dikatakan telah menepis keraguan banyak pihak tentang kesiapan UT dalam tata kelola pelaksanaan UAS online yang diikuti mahasiswa dalam jumlah masif. Seperti diketahui, total jumlah mahasiswa UT yang mengikuti UAS semester 2020/21.1 (2020.2) dari tanggal 5-18 Desember 2020 sebanyak 312.236 mahasiswa dengan total peserta ujian untuk seluruh mata kuliah sebesar 1.717.614.

Sebagaimana disampaikan sebelumnya, UAS di UT merupakan bagian dari evaluasi hasil belajar mahasiswa. Penyelenggaraan UAS pada kondisi normal sebelum ada Pandemi Covid-19 dilakukan dengan beragam modus secara tatap muka danonlinedengan mempertimbangkan kondisi dan kapasitas ataupun pilihan mahasiswa sendiri. Namun demikian, dengan adanya Pandemi Covid-19, sejak awal tahun 2020, ujian akhir pun tidak mungkin dilaksanakan secara tatap muka. Potensi kerumunan mahasiswa yang sangat besar di satu tempat dengan durasi interaksi yang lama sangat rentan terhadap resiko penularan virus Covid. Oleh karena itu, Ujian secara online dengan berbagai moda harus kita optimalkan untuk menjaga Kesehatan dan keselamatan mahasiswa di satu sisi dan memelihara kualitas dan kewibawaan akademik di sisi lain.

Namun demikian, perlu kami sampikan bahwa penyelenggaraan ujian secara online ini masih menyisakan kendala terutama bagi mahasiswa UT yang berdomisili di daerah-daerah terpencil dimana access point dan kualitas koneksi internet di tempat mereka masih belum memadai. Sehingga sebagian mahasiswa harus pergi mencari tempat dimana kualitas koneksi internetnya lebih baik. Dalam kaitan ini pihak Kementerian telah meluncurkan program pendirian mini base transceiver station (BTS) di daerah-daerah terpencil.

Kelancaran UAS pada hari Selasa 8 Desember 2020 merupakan bukti komitmen UT seperti diutarakan oleh Rektor UT Prof. Ojat Darojat. Sebelumnya Rektor UT sudah menegaskan bahwa pihak UT telah bekerja keras melakukan penyempurnaan dalam aplikasi dan tata kelola jaringanuntuk mengatasi hambatan teknis agar pelaksanaan ujian dapat berjalan lancar.

Kemudian tidak boleh ada satu pun mahasiswa yang dirugikan dalam memperoleh layanan ujian ini. Rektor juga menyampaikan bahwa berbagai keluhan, masukan, dan dukungan yang disampaikan oleh berbagai pihak terutama mahasiswa melalui Contact Center dan media sosial akan menjadi perhatian dan pertimbangan agar kualitas layanan pendidikan UT semakin baik.

''Sekedar mengingatkan kembali, bagi mahasiswa yang belum berhasil mengunduh naskah dan mengunggah jawaban ujian pada 5 Desember 2020 lalu diberikan kesempatan untuk mengikuti UAS kembali pada 20 Desember 2020. Kemudian pelaksanaan UAS pada 6 dan 7 Desember 2020 digeser ke 21 dan 22 Desember 2020,'' tutup Yuli. (RO/OL-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya