Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTRIAN Pariwisata RI membantah pemahaman yang mengatakan bahwa tergerusnya budaya wayang disebabkan penolakan dari kaum muda dan anak-anak.
Menurut Kasubid Wisata Sejarah dan Religi Kemenpar Wawan Gunawan, penolakan tidak akan terjadi apabila budaya wayang didekatkan kepada mereka.
"Oleh karena itu, tugas kitalah (pemerintah dan masyarakat), untuk mendekatkan budaya ini kepada mereka," terang Wawan saat ditemui dalam pergelaran Semarak Wayang Pesona Indonesia 2016, di Jakarta, Sabtu (26/3).
Apalagi, lanjut Wawan, dunia Internasional lewat program pendidikan dan kebudayaan PBB, UNESCO, telah menahbiskan wayang sebagai produk sejarah asli Indonesia yang harus dilestarikan.
Oleh karena itu, perlu ada perlakuan khusus dari semua kalangan untuk menjadikan wayang sebagai tuan rumah di negeri sendiri.
Selain itu, Wawan menyatakan banyak nilai kearifan yang dapat dipetik dari budaya wayang.
"Mulai dari sejarah, nilai luhur, dan semua sifat manusia ada di dalam wayang," imbuh Wawan.
Indonesia memiliki lebih dari 60 jenis wayang.
Dengan demikian, setiap provinsi di Indonesia memiliki rata-rata dua kebudayaan wayang.
Secara khusus, Wawan juga meminta peran media massa untuk ambil bagian dalam kampanye kebudayaan tersebut.
"Kenapa Spongebob bisa dikenal anak-anak? Itu karena mereka didekatkan dengan kartun itu. Sekarang tugas kita semua lewat media juga untuk mendekatkan wayang kepada generasi muda," tambah Wawan.
Kemenpar sendiri menginisiasi ajang Semarak Wayang Pesona Indonesia sebagai langkah untuk memperkenalkan budaya wayang ke masyarakat.
Secara konsep, lebih dari 3 jenis kebudayaan wayang ditampilkan di panggung yang berbeda dalam satu lokasi yang sama.
Hari itu, empat jenis wayang, yaitu wayang ajen, wayang kulit langen budaya Indramayu, wayang kulit Tuton Jawa, dan wayang golek Mursidin Banten, ditampilkan dalam durasi 2 jam.
Menurut rencana, model serupa akan diterapkan di beberapa wilayah Indonesia yang memiliki kebudyaan wayang kental.
"Yang bersedia setelah ini ialah Banjarmasin. Konsepnya, kita angkat wayang lokal di sana, sambil bawa juga wayang daerah lain," papar Wawan.
Di kesempatan yang sama, Sekretaris Deputi Pengembangan Pariwisata Nusantara Kemenpar Mumus Muslim mengharapkan budaya wayang dapat menjadi salah satu daya tarik pariwisata Indonesia.
Kongres Budaya Mandar
Sementara itu, Dewan Kebudayaan Mandar akan menggelar Kongres Kebudayaan Mandar, akhir Mei, di Mamuju, Sulawesi Barat.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan direncanakan membuka secara resmi kongres kebudayaan Mandar dengan tema Kebudayaan maritim Mandar; masa lalu, hari ini, dan masa depan.
Ketua Dewan Kebudayaan Mandar, Muhaimin Faisal, kemarin, menjelaskan pihaknya menargetkan kongres dihadiri 300 orang yang berasal dari beragam latar belakang pendidikan, profesi, dan keahlian khusus di bidang kebudayaan dan kemaritiman.
"Kongres mendatang juga akan diisi pameran buku, literasi media, ceramah ilmiah, dan pameran foto," ungkap Muhaimin Faisal.
(FH/H-2)
Dekatkan Wayang kepada Masyarakat
KEMENTRIAN Pariwisata RI membantah pemahaman yang mengatakan bahwa tergerusnya budaya wayang disebabkan penolakan dari kaum muda dan anak-anak.
Menurut Kasubid Wisata Sejarah dan Religi Kemenpar Wawan Gunawan, penolakan tidak akan terjadi apabila budaya wayang didekatkan kepada mereka.
"Oleh karena itu, tugas kitalah (pemerintah dan masyarakat), untuk mendekatkan budaya ini kepada mereka," terang Wawan saat ditemui dalam pergelaran Semarak Wayang Pesona Indonesia 2016, di Jakarta, Sabtu (26/3).
Apalagi, lanjut Wawan, dunia Internasional lewat program pendidikan dan kebudayaan PBB, UNESCO, telah menahbiskan wayang sebagai produk sejarah asli Indonesia yang harus dilestarikan.
Oleh karena itu, perlu ada perlakuan khusus dari semua kalangan untuk menjadikan wayang sebagai tuan rumah di negeri sendiri.
Selain itu, Wawan menyatakan banyak nilai kearifan yang dapat dipetik dari budaya wayang.
"Mulai dari sejarah, nilai luhur, dan semua sifat manusia ada di dalam wayang," imbuh Wawan.
Indonesia memiliki lebih dari 60 jenis wayang.
Dengan demikian, setiap provinsi di Indonesia memiliki rata-rata dua kebudayaan wayang.
Secara khusus, Wawan juga meminta peran media massa untuk ambil bagian dalam kampanye kebudayaan tersebut.
"Kenapa Spongebob bisa dikenal anak-anak? Itu karena mereka didekatkan dengan kartun itu. Sekarang tugas kita semua lewat media juga untuk mendekatkan wayang kepada generasi muda," tambah Wawan.
Kemenpar sendiri menginisiasi ajang Semarak Wayang Pesona Indonesia sebagai langkah untuk memperkenalkan budaya wayang ke masyarakat.
Secara konsep, lebih dari 3 jenis kebudayaan wayang ditampilkan di panggung yang berbeda dalam satu lokasi yang sama.
Hari itu, empat jenis wayang, yaitu wayang ajen, wayang kulit langen budaya Indramayu, wayang kulit Tuton Jawa, dan wayang golek Mursidin Banten, ditampilkan dalam durasi 2 jam.
Menurut rencana, model serupa akan diterapkan di beberapa wilayah Indonesia yang memiliki kebudyaan wayang kental.
"Yang bersedia setelah ini ialah Banjarmasin. Konsepnya, kita angkat wayang lokal di sana, sambil bawa juga wayang daerah lain," papar Wawan.
Di kesempatan yang sama, Sekretaris Deputi Pengembangan Pariwisata Nusantara Kemenpar Mumus Muslim mengharapkan budaya wayang dapat menjadi salah satu daya tarik pariwisata Indonesia.
Kongres Budaya Mandar
Sementara itu, Dewan Kebudayaan Mandar akan menggelar Kongres Kebudayaan Mandar, akhir Mei, di Mamuju, Sulawesi Barat.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan direncanakan membuka secara resmi kongres kebudayaan Mandar dengan tema Kebudayaan maritim Mandar; masa lalu, hari ini, dan masa depan.
Ketua Dewan Kebudayaan Mandar, Muhaimin Faisal, kemarin, menjelaskan pihaknya menargetkan kongres dihadiri 300 orang yang berasal dari beragam latar belakang pendidikan, profesi, dan keahlian khusus di bidang kebudayaan dan kemaritiman.
"Kongres mendatang juga akan diisi pameran buku, literasi media, ceramah ilmiah, dan pameran foto," ungkap Muhaimin Faisal. (FH/H-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved