Kamis 26 November 2020, 08:05 WIB

Empat Terapi untuk Obati Kebotakan

Suryani Wandari Putri Pertiwi | Humaniora
Empat Terapi untuk Obati Kebotakan

123RF
Ilustrasi

 

DALAM kondisi normal, rambut akan mengalami kerontokan pada kisaran 50-100 helai per harinya. Hal ini mengacu pada fase yang dilalui rambut, yakni pertumbuhan, rontok, dan transisi. Lantas, apa jadinya jika kerontokan rambut terjadi secara berlebihan dan bahkan berujung pada kebotakan?

Spesialis kulit dan kelamin konsultan Divisi Dermatologi Kosmetik Departemen Dermatolgi dan Venere-ologi FKUI RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo Lili Legiawati menjelaskan kebotakan terjadi karena berbagai faktor. 

“Bisa karena kondisi autoimun yang membuat tubuh tidak mengenali selnya sendiri, faktor genetik, hormon, paparan bahan kimia, penyakit tertentu, dan kekurangan asupan vitamin,” jelasnya dalam webinar bertajuk Kebotakan Rambut di akun Instagram RSCM Kencana, Senin (23/11).

Menurutnya, kebotakan terjadi ketika rambut di kulit kepala atau area tubuh yang lain hilang atau rontok secara berlebihan. Ada tiga jenis kebotakan, yakni Alopsia universalis (di seluruh tubuh), Alopesia totalis (seluruh rambut di kepala), dan Alopesia areata (lokal di satu tempat).

Selain kepala, kebotakan bisa terjadi di alis, janggut, dan bulu mata. Tidak semua kerontokan rambut akan berakhir pada kebotakan. Jika rambut yang rontok tidak melebihi batas normal dan tidak berkepanjangan, itu tidak akan mengalami kebotakan.

Untuk pengobatannya, Lili menyebutkan beberapa pilihan yang dapat dilakukan. Pertama, terapi kortikosteroid injeksi yang dilakukan pada lokasi yang mengalami kebotakan dan pertumbuhan rambut akan mulai tampak dalam 4-6 minggu.

Terapi kedua diberikan lewat kortikosteroid topikal dengan cara mengoleskannya 2 kali dalam sehari selama minimal 3 bulan. Terapi ketiga dilakukan dengan pemberian minoksidil untuk pasien Alopesia areata yang ekstensif atau kerontokan yang mencapai 50%-90%. Pertumbuhan rambut awal akan muncul dalam 12 minggu. Namun, pengobatan ini dapat menimbulkan efek samping berupa iritasi dan rambut yang tumbuh berwarna kemerahan.

Terakhir, pengobatan kebotakan dilakukan dengan imunoterapi topikal, yakni pemberian obat pada kulit yang terkena alopesia dengan tujuan menimbulkan reaksi mirip alergi dan memicu pertumbuhan rambut. Pertumbuhan rambut umumnya mulai tampak pada minggu ke 12-24 minggu.

Agar terhindar dari kebotakan, Lili mengingatkan untuk membatasi penggunaan produk penataan rambut dan perangkat perawatan rambut yang membuat rambut kering. Penting juga untuk menghindari diet ketat karena berkurangnya asupan gizi juga memengaruhi kerontokan rambut. (Wan/H-2)

Baca Juga

Antara

Luhut : Mobile Lab Tes PCR Bakal Disebar ke Provinsi Lain

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 25 Januari 2021, 14:24 WIB
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, labotarium mobile tes PCR covid-19 buatan dalam negeri akan disebar ke provinsi...
ANTARA/RAHMAD

Presiden Tunjuk BKKBN Ketua Program Penurunan Stunting

👤Humaniora 🕔Senin 25 Januari 2021, 14:20 WIB
Presiden Jokowi menargetkan tingkat stunting dapat turun menjadi 14 persen pada 2024, dari 27,6 persen di...
Ilustrasi

Waspada, Saat ini Sudah Ada 556 Klaster Keluarga di DKI

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 25 Januari 2021, 13:50 WIB
Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan dengan klaster perkantoran yang mencapai 312 klaster. Sejumlah klaster ini terjadi sebagai dampak dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya