Kamis 22 Oktober 2020, 22:21 WIB

Libur Panjang Akhir Oktober, Waspadai Potensi Penularan Covid-19

Suryani Wandari Putri Pertiwi | Humaniora
Libur Panjang Akhir Oktober, Waspadai Potensi Penularan Covid-19

Antara/Raisan Al-Farisi
Suasana lalu lintas menuju Kota Bandung saat libur panjang Tahun Baru Islam 2020

 

KETUA Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengatakan, potenis penambahan kasus Covid-19 dari libur panjang akhir Oktober perlu diwaspadai. Pasalnya, berdasarkan data, pada libur Idhul Fitri 22-25 Mei silam, penambahan kasus positif covid- 19 naik signifikan.

"Pada grafik terlihat kasus pada tanggal 22-25 mei memang tidak terlalu tinggi, tapi tiba-tiba di rentang 6-28 Juni kasus harian melonjak naik," kata Dewi talkshow betajuk Covid-19 dalam Angka : Antisipasi Penyebaran Covid-19 Saat Liburan di Gedung Graha BNPB, Kamis (22/10).

Ia melanjutkan, kasus harian rata-rata sebelum hari libur itu masih berkisar 600. Di pekan pertama juni bahkan Dewi menunjukan ada 674 kasus covid harian, tetapi pada pekan kedua juni melonjak naik hingga 10-13 Juni, bahkan ada yang mencapai 1059.

Penambahan pun terjadi pada libur Hari Kemerdekaan RI yang berlanjut hingga 23 Agustus. Pada saat itu, terjadi kenaikan jumlah kasus harian dan kumulatif mingguan sebesar 58%-118% sejak libur panjang di pekan ketiga Agustus dengan rentang waktu 10-14 hari. Positivity rate juga meningkat dengan angka penambahan sebesar 3,9% dalam waktu 2 minggu pada level nasional.

Pada libur panjang mendatang pada 28 Oktober hingga 1 November 2020, Dewi pun meminta batasan mobilitas penduduk keluar masuk dari sebuah wilayah. Hal ini menurut Dewi karena jika mobilitas tidak dijaga, akan berpotensi adanya kerumunan yang berpotensi jadi sarana penularan Covid-19

"Jadi yang kita garis bawahi adalah moblitas penduduk jangan sampai berkerumun , sudah berkerumum tidak menggunakan 3M akhirnya ada penularan disana," kata Dewi.

Baca juga : Tuntaskan Pandemi, Indonesia Perlu Belajar dari Thailand

Ia menegaskan, potensi penyebaran Covid-19 juga bisa terjadi dalam perjalanan wisata kaena perjalanan biasanya melibatkan banyak anggota keluarga dengan menempuh perjalanan yang cukup lama.

"Kalau jalan-jalan karena naik mobil bareng, kondisi mobil menggunakan AC dan wisata jauh lebih dari satu jam, jadi potensi penularan terjadi saat itu," lanjut dia.

Dewi menyebutkan, saat libur panjang terdapat tempat yang harus diwaspadai sebagai titik kerumunan, yakni tempat wisata dan tempat ibadah.

"Karena liburnya adalah libur keagamaan jadi kita pastikan tidak ramai, mau bentuknya tablig akbar, pengajian dan sebagainya. pastikan kondisinya patuh pada 3M, jangan berkerumun," kata Dewi.

Ia melanjutkan, tempat yang harus diwaspadai berikutnya adalah tempat kampanye, rumah yang enjadi kunjungan keluarga, tempat perbelanjaan, transportasi umum dan kerumunan pada pengungsian bencana. (OL-7)

Baca Juga

MI/Rommy Pujianto

Data Komprehensif Penyandang Disabilitas Mendesak Diwujudkan

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 02 Desember 2020, 20:07 WIB
Pemanfaatan data secara komprehensif itu untuk kepentingan penanganan para penyandang disabilitas yang juga merupakan bagian dari warga...
Dok. LAPAN

Ternyata, Indonesia Negara Kedua di Asia yang Luncurkan Roket

👤Faustinus Nua 🕔Rabu 02 Desember 2020, 19:40 WIB
Tipe roket yang dikembangkan antara lain RX-100, RX-120, RX-360, RX-450, RX-550. Roket RX-450 yang mengemban misi sebagai roket peluncur...
ANTARA/BASRI MARZUKI

Beasiswa Kemendikbud Dicairkan Sesuai Jadwal

👤Faustinus Nua 🕔Rabu 02 Desember 2020, 19:25 WIB
Beasiswa bagi mahasiswa tidak dikelola Ditjen Dikti, melainkan di Pusat Pembiayaan Pendidikan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya