Selasa 29 September 2020, 14:40 WIB

Ini Alasan Makan di Restoran Dilarang saat Pandemi Covid-19

Hilda Julaika | Humaniora
Ini Alasan Makan di Restoran Dilarang saat Pandemi Covid-19

Dok.mi
Risiko penularan Covid-19 di warung makan, saat makan masker pasti dibuka dan disambi ngobrol.

 

LARANGAN makan di restoran atau dine-in saat pandemi Covid-19 bukan tanpa alasan. Beberapa kasus menunjukkan risiko penularan di restoran cukup tinggi.

"Restoran atau tempat makan itu kan tetap boleh buka. Tapi jangan sampai tempat-tempat makan tadi menjadi tempat risiko penularan. Beberapa kasus yang terjadi di beberapa area perkantoran, di area-area lain itu lupa, pada saaat makan, masa makan pake masker. Nah buka masker kan," ungkap Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, Selasa (29/9).

Risiko lain bisa muncul pada tingkat kedisiplinan jika makan langsung di restoran. Meskipun di lapangan, pihak restoran sudah menyusun tempat duduk dengan berjarak. Namun, saat makan tetap akan berhadapan muka, di satu meja, lalu membuka masker, bahkan satu keluarga makan bersama.

"Nah itu yang menyebabkan berisiko pada saaat makan bersama dengan membuka masker dengan jarak yang relatif dekat itu bisa berisiko saling menularkan," jelasnya.

Menurutnya, tidak ada yang mengetahui pasti apakah teman atau anggota keluarga kita negative dari covid-19. Sementara, hubungan antara teman dan keluarga kerap membuat interaksi terasa lebih aman sehingga membuat individu lalai.

“Jadi merasa aman, oh makan dengan keluarga sendiri nih, makan dengan teman kantor sendiri nih. Nggak tau kalau teman kantornya belum pernah diperiksa dan tidak ada gejala. Kan pernah kita bahas, di Jakarta sekitar 50% tanpa gejala. Dropletnya itu akan keluar saat makan bersama ketika kita cerita dan sebagainya,” ungkapnya.

“ada saat tanpa gejala makan bersama, buka masker, duduk bersama, makan, jelas Widyastuti, biasanya orang makan disambi ngobrol. Makan sambil cerita, pasti buka masker. "Di situlah risikonya terjadi penularan. Makanya kita sarankan untuk dibawa pulang saja," ujarnya. (OL-13)

Baca Juga: Lawan Covid-19, Sekjen PBB Serukan Solidaritas

Baca Juga

MI/HO

Lebih dari 63 Ribu Pelajar Ramaikan Science Film Festival  Indonesia 2022

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 05 Desember 2022, 11:30 WIB
Para siswa berkenalan dengan tema “Kesempatan yang Setara di Dunia Sains” melalui pemutaran belasan film internasional dan...
ANTARA/Aditya Pradana Putra

10 Ilustrasi Khotbah Natal yang Menarik 2022

👤Meilani Teniwut 🕔Senin 05 Desember 2022, 11:00 WIB
Makna kelahiran Yesus Kristus ke dunia tentu lebih daripada sekadar perayaan tukar kado dan makan bersama. Setiap tahun kita diajak kembali...
ANTARA/Adwit B Pramono

Ini 12 Hiasan Natal untuk Memeriahkan Suasana

👤Meilani Teniwut 🕔Senin 05 Desember 2022, 10:45 WIB
Selain pohon Natal, banyak pula aksesoris lain yang harus ada dalam momen ini. Bahkan di antaranya juga mengandung makna yang mendalam jika...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya