Minggu 20 September 2020, 14:45 WIB

Mau ke Luar Angkasa? Astronot Indonesia Beberkan Syaratnya

Mediaindonesia.com | Humaniora
Mau ke Luar Angkasa? Astronot Indonesia Beberkan Syaratnya

Ilustrasi
Luar Angkasa

 

TIDAK sembarang orang bisa melewati seleksi untuk bisa pergi ke antariksa, astronaut perempuan pertama Indonesia Pratiwi Sudarmono membeberkan syarat yang harus dimiliki berdasarkan pengalamannya tiga dekade lalu.

Pratiwi memang batal berangkat ke luar angkasa pada 1986 karena program pesawat ulang-alik Amerika dihentikan sementara akibat meledaknya pesawat ulang-alik Challenger, namun dia telah melewati sejumlah seleksi dan pelatihan astronaut.

Baca juga: Begini Cara Mengembangkan dan Merawat Tanaman Hidroponik

Kesehatan fisik menjadi salah satu pertimbangan utama tentunya. Pratiwi menuturkan, menurut NASA 75% anak muda bisa lolos seleksi fisik astronaut.

Namun bukan cuma itu yang jadi penilaian. Ketahanan mental juga tak kalah penting karena astronaut harus menjalani hari-hari ekstrem, jauh berbeda dari keseharian di bumi.

"Tapi ada ujian yang lebih ketat, seperti psikotest," kata Pratiwi di webinar bersama Komunitas Tintin Indonesia, Sabtu.

Ada karakter yang harus dimiliki seseorang untuk lulus seleksi astronaut, diantaranya adalah orang yang bisa menghadapi tekanan, tidak mudah marah, juga bisa mengambil keputusan tepat di tengah kondisi darurat.

"Hal semacam itu yang beberapa kali diujikan," kata Guru Besar Ilmu Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Selain diawasi dan diuji di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Pratiwi juga diuji di National Aeronautics and Space Administration (NASA), lembaga antariksa Amerika Serikat.

Anggota misi wahana antariksa STS-61-H, yang bertujuan membawa satelit komersial termasuk satelit Palapa B3, itu pun mempelajari struktur kendaraan luar angkasa yang akan dipakai.

"Yang berat itu mempelajari sistem kerja pesawat ulang-alik. Bagi saya, seorang dokter dan ahli laboratorium, cukup sulit." imbuhnya.

Sepulangnya dari pelatihan antariksa, peraih gelar doktor bidang biologi molekuler dari Universitas Osaka ini mendedikasikan waktunya di dunia mikrobiologi. (Ant/OL-6)
 

Baca Juga

MI/HO

Masyarakarat dan Pengelola Berkolaborasi Lindungi Populasi dan Habitat Pari Mantra

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 Juni 2022, 00:22 WIB
Potensi mengenai populasi pari manta dan habitat mereka di kawasan ini masih belum banyak...
Dok Dompet Dhuafa

Kolaborasi Dompet Dhuafa-Lotte Mart di Tebar Hewan Kurban

👤Media Indonesia 🕔Senin 27 Juni 2022, 23:55 WIB
KOLABORASI program tebar hewan kurban (THK) yang digaungkan Dompet Dhuafa bersama Lotte Mart memasuki tahun...
MI/ANTON

UI Raih Penghargaan Tertinggi Liga PTN BH

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 27 Juni 2022, 22:05 WIB
IKU merupakan ukuran kinerja baru bagi perguruan tinggi untuk mewujudkan perguruan tinggi yang adaptif dengan berbasis luaran lebih...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya