Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
TERNYATA aktris Marsha Timothy, 41, memiliki kenangan khusus tentang legenda sastra Indonesia, mendiang Sapardi Djoko Damono yang telah wafat beberapa bulan lalu.
Meski belum pernah berkesempatan untuk bertatap muka secara langsung, Marsha mengaku sangat mengagumi sosok sastrawan yang akrab disapa SDD tersebut. Marsha, bahkan memiliki cerita menarik saat menjadi salah satu pengisi acara dalam Festival Hujan di Bulan Juni yang juga merupakan acara sastra terakhir mendiang Sapardi.
Saat live Instagram bersama Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid, Marsha tiba-tiba kaget mendapatkan komentar langsung dari Sapardi di Instagramnya. Sang sastrawan mengapresiasi keberaniannya karena telah membacakan beberapa bait puisi dalam acara tersebut.
“Secara pribadi aku belum pernah ketemu langsung dengan Pak Sapardi, belum punya kesempatan untuk itu ternyata, tapi beberapa waktu lalu setelah masuk di masa pandemi ini ada acara, yaitu Festival Hujan di Bulan Juni, aku tuh sempat di-interview membahas tentang Pak Sapardi dan karya-karyanya,” ungkap Marsha Timothy dalam sebuah wawancara bertajuk Warisan Sapardi Djoko Damono di TVRI Nasional, Sabtu (5/9).
“Ternyata Pak Sapardi itu nonton dan dia kasih komentar beberapa kali ketika aku baca puisinya itu aja udah seneng banget,” ujarnya.
Sebelumnya, Marsha juga sempat beberapa kali bersinggungan dengan puisi SDD. Ia mengaku sekitar pertengahan lalu dirinya juga sempat terlibat dalam pementasan teater musikal bertajuk Cinta tak Pernah Sederhana bersama Reza Rahadian dan didapuk untuk membacakan beberapa bait puisi Sapardi, yaitu Aku Ingin dan Yang Fana Adalah Waktu.
“Aku juga bersyukur sempat ikut pentas untuk teater musikal beberapa waktu yang lalu dan berkesempatan menyanyikan lagu Aku Ingin di pentas itu. Sempet membacakan juga Yang Fana Adalah Waktu, itu sekitar tahun lalu,” jelas artis yang dikenal melalui debutnya dalam film Ekspedisi Madewa (2006) tersebut.
“Waktu ditawari nyanyi pas pentas aja aku udah enggak mau karena demam panggung kalau disuruh nyanyi di depan umum, dan itu penampilan aku yang pertama kalinya, ketika aku tanya lagunya, ternyata Aku Ingin itu, jadi semakin double-double demam panggungnya,” lanjut Marsha.
Kesempatan
Meski awalnya sempat menolak karena sempat demam panggung, Marsha mengaku senang karena mendapatkan kesempatan untuk membawakan puisi sang maestro sastra.
“Setelah itu lewat, aku bersyukur banget sih, ternyata kesempatan untuk membacakan karya Pak Sapardi itu ialah kesempatan yang berharga banget buat aku karena karyanya saja udah luar biasa. Jadi ketika membaca roh dari tulisan itu tuh rasanya udah nyampai,” aku istri aktor Vino G Bastian tersebut.
Menurut Marsha, puisi Sapardi Djoko Damono kaya akan nuansa emosional. Meski sederhana, mampu meninggalkan kesan pada setiap orang yang membacanya. Baginya, Sapardi Djoko Damono ialah sosok sastrawan yang tak tergantikan.
“Karya beliau memperkaya batin ya, itu untuk pribadi saya dan saya rasa enggak saya saja yang punya perasaan yang sama, sastrawan yang buat saya sih enggak ada gantinya. Beliau juga menulis buku tentang sastra Indonesia yang banyak dipakai mahasiswa yang ingin memperdalam sosiologi sastra, jadi yang diwariskan untuk Indonesia luar biasa,” pungkas Marsha. (H-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved