Rabu 05 Agustus 2020, 08:10 WIB

Di Masa Pandemi, Ibu-ibu Didorong untuk Menyusui

Mediaindonesia.com | Humaniora
Di Masa Pandemi, Ibu-ibu Didorong untuk Menyusui

dok.Ist
Air susu ibu sangat dibutuhkan oleh seorang bayi.

 

DI  tengah  kondisi  pandemi  yang  menurunkan  tingkat  keberhasilan menyusui, Pekan Menyusui Sedunia 2020 yang berlangsung 1-7 Agustus memberi pesan pentingnya menyusui bagi keberlangsungan dan kesehatan bumi serta generasi di masa mendatang.  Untuk itu perlu  didorong  upaya  persiapan  masa  menyusui  demi  keberhasilan  Inisiasi  Menyusu  Dini  (IMD)  khususnya  di masa  pandemi  saat  ini untuk  generasi  sehat  di  masa  datang,  salah  satunya  melalui  pemanfaatan  bahan  alam Indonesia sebagai laktagogue.

Diungkapkan Konselor  Laktasi yang juga  Dosen  &  Peneliti  Bahan  Alam,  dan  Pengurus Pusat  Perhimpunan  Dokter  Herbal  Medik  Indonesia  (PDHMI)  &  Perkumpulan  Profesi  Kesehatan  Tradisional Komplementer  Indonesia  (PPKESTRAKI), Fenny  Yunita, dengan  menyusui, keluarga  mengambil  peran  untuk mendukung kesehatan planet dan masyarakat.

Baca juga: Kesadaran Memberikan ASI Eksklusif pada Bayi Masih Rendah

“Sesuai dengan tema Pekan Menyusui Sedunia 2020 bertema Dukung Menyusui untuk Bumi yang Lebih Sehat, ASI  adalah  makanan  alami  yang  diproduksi  dan  diberikan  pada  konsumen  tanpa  mengakibatkan  polusi, tanpa kemasan dan limbah. Jika kita mendukung ibu menyusui, kita juga mengurangi polusi udara, air, dan tanah  kita,  melindungi  generasi  muda  di  masa  depan.  Menyusui  juga  menjamin  ketahanan  pangan  bagi generasi muda kita pada kondisi gawat darurat maupun kondisi bencana alam,” kata Fenny.

Karena itu, ia mengajak masyarakat mendukung gerakan menyusui khususnya di masa pandemi covid-19. “Pandemi covid-19  menurunkan  aktivitas IMD.  Saat ini kunjungan  ibu  hamil  dibatasi  sehingga layanan  konseling  laktasi  sebelum  melahirkan  yang  merupakan  salah  satu  kunci  keberhasilan  menyusui  juga terhambat. Belum  lagi  ibu  melahirkan  yang  positif  covid-19,  yang  membuat IMD  tidak  berjalan, demikian pula pemberian ASI perah yang sulit terlaksana,” jelas Fenny.

Fenny  menambahkan,  masalah  lainnya  yang  juga  muncul  terkait  menyusui  adalah  kurangnya  kepercayaan diri  terhadap  produksi  ASI  yang  mencukupi  bagi  buah  hati.  Karenanya  para  ibu diharapkan tidak  terjebak dengan memberikan makanan selain ASI.

“Biasanya, para  ibu  memilih  untuk  menggunakan  laktagogue  untuk meningkatkan produksi ASI, baik berupa bahan alami maupun dari bahan kimia. Indonesia  adalah  negara  dengan  kekayaan  budaya  berlimpah,  termasuk  dalam  hal  menyusui,  setiap  daerah memiliki kebijaksanaan  lokal  yang  telah  dipercaya  dapat  meningkatkan  keberhasilan  menyusui.  Ada  beberapa bahan alam yang lazim digunakan, misalnya daun katuk, daun torbangun (bangun-bangun), daun kelor, klabet,kacang-kacangan   dan   berbagai   jenis   bahan   lainnya."  

"Beberapa   di   antaranya   telah   diteliti   dan   terbukti meningkatkan  kadar  prolaktin,  oksitosin,  maupun  volume  ASI,  dan  peningkatan  berat  badan  bayi.  Selain konsumsi  bahan-bahan  alam  maupun  obat  yang  ditujukan  untuk  merangsang  ASI,  ada  juga  teknik  lain  yang lazim dilakukan,  misalnya  dengan  akupunktur  ataupun  pijat  laktasi  yang  juga  terbukti  efektif  meningkatkan produksi  ASI.  Namun  dari semua  itu, kunci  peningkatan  produksi  ASI  adalah  seringnya  para  ibu menyusui dan memerah,”kata Fenny.

Ketua  Umum  Pengurus  PusatIkatan  Bidan  Indonesia  (IBI),  Emi  Nurjasmi  menambahkan menyusui  harus menjadi  prioritas  dalam  kondisi  apapun  sebagai  pilihan  utama  asupan  nutrisi  untuk  bayi.  “Hanya  saja keterbatasan  saat  ini  adalah  terkait  edukasi  menyusui  dan  IMD  secara  langsung.  Tapi kami  sebagai  bidan memiliki solusi terkait edukasi ini melalui digital seperti kelas online atau webinar,” kata Emi.

Lebih  lanjut ia  mengemukakan  bahwa  IMD  merupakan  langkah  awal  kesuksesan  menyusui  untuk  enam bulan ke depan atau masa pemberian ASI eksklusif. Karenanya, Emi mendorong edukasi dan akses informasi seputar IMD bagi ibu hamil, yang juga didukung oleh suami dan keluarga. Untuk sukses menyusui, dia menyarankan untuk mengonsumsi makanan penuh nutrisi seimbang termasuk yang berasal dari bahan-bahan yang dapat meningkatkan produksi ASI antara lain seperti: sayuran daun katuk, bayam, wortel, dan sebagainya.

“Penting juga memberikan dukungan psikologis bagi ibu agar tidak stres dan tetap bahagia utamanya dukungan dari suami dan keluarga, karena langkah-langkah ini dapat merangsang produksi prolaktin dan oksitoksin yang sangat  berguna  untuk    meningkatkan  produksi  ASI.  Jika  itu  dirasa  belum  cukup,  dapat  dilakukan  langkah komplementer pemberian ASI booster berbahan herbal yang aman bagiibu menyusui,” terangnya.

Sementara itu, Executive Director Dexa Laboratories  of Biomolecular   Sciences (DLBS) PT Dexa MedicaDr, Raymond Tjandrawinata  mengemukakan,  pihaknya mendukung  penuh gerakan menysusi itu sebagai kawal awal kehidupan. “Kami sebagai lembaga riset, meneliti biodiversitas alam Indonesia untuk dikembangkan menjadi obat-obatan yang bermanfaat  bagi manusia. Salah  satu  biodiversitas  alam  yang  dikembangkan  adalah  pemanfaatan  daun katuk, daun torbangun, dan ikan gabus sebagai ASI booster.”

Ketiga  bahan  baku  alam  tersebut  diproses  dengan  teknologi  AFT  atau Advanced  Fractionation  Technology, untuk menghasilkan  fraksi  bioaktif  Galatanol yang merupakan  fraksi  bioaktif  kombinasi  dari  daun  katuk  dan  daun  torbangun. Hasilnya terbukti  memiliki  efek  untuk merangsang produksi ASI dalam produk Herba Asimor.

“Herba Asimor terdiri  dari  daun  katuk  yang  memberikan peningkatan  signifikan  dalam  ekspresi  gen  prolaktin dan  oksitosin,  yaitu  hormon  yang  berperan  penting  dalam  proses  menyusui  sehingga  dapat  meningkatkan produksi ASI. Sementara daun torbangun dapat meningkatkan kadar prolaktin, serta meningkatkan aktivitas sel epitel  dan  metabolisme  kelenjar  susu  sehingga  produksi  ASI  meningkat  65%  tanpa  mengubah  kualitas  gizi susu,” jelasnya.

Ia  menambahkan,  kandungan  striatin  dalam  Herba Asiamor merupakan  fraksi bioaktif dari channa striata atau ikan gabus yang dapat meningkatkan hormon prolaktin dan oksitosin sehingga produksi ASI meningkat, mempercepat proses penyembuhan setelah operasi caesar, mempercepat pemulihan dan kekuatan wanita pasca melahirkan, serta memperkuat sistem kekebalan tubuh. (RO/A-1)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Santri Dibekali Kemampuan dan Pengetahuan Digital

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 06 Desember 2021, 01:32 WIB
Menurutnya, inklusi keuangan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat seperti yang dicita-citakan di Perpres No. 114 tahun 2020 tentang...
Antara

Menkominfo Ingatkan Jangan Abai Terapkan Prokes

👤Ant 🕔Minggu 05 Desember 2021, 23:53 WIB
Tingkat kepatuhan protokol kesehatan mengalami penurunan, terutama menjaga jarak dan menghindari...
AFP

Kemenkes Pastikan Bantuan Logistik Penanganan Erupsi Semeru Terus Berjalan

👤Ant 🕔Minggu 05 Desember 2021, 23:48 WIB
Untuk fasilitas kesehatan, Kemenkes telah menyiapkan empat pos...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya