Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
GUNA mengantisipasi dampak kemarau yang berakibat kekeringan di sejumlah daerah, sejak tahun 2016 lalu Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) telah menggulirkan program Sekolah Sungai.
Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan menyebut program ini bertujuan mengajak masyarakat level bawah yang tinggal di daerah rawan kekeringan, banjir, dan longsor untuk selalu berinovasi menghadapi bencana. Salah satu upayanya melalui sistem pemanenan air hujan yang belakangan mulai banyak dikembangkan oleh komunitas di berbagai daerah.
"Untuk mengatasi kekeringan, tentunya aktivitas pencegahan diupayakan sebelum memasuki musim kemarau. BNPB melalui program pencegahannya bekerjasama dengan multipihak telah melakukan aktivitas gerakan sekolah sungai, sekolah gunung, dan sekolah laut," kata Lilik kepada mediaindonesia.com, Senin (3/8).
Baca juga : Teman KIP Bantu Program KIP-K Tepat Sasaran
Tidak hanya mengantisipasi kekeringan, namun juga mengantisipasi bencana lainnya seperti banjir, tsunami, dan kebakaran hutan dan lahan. Bahkan, gerakan ini telah dilakukan secara massif di lebih 200 Kabupaten/Kota di Indonesia.
"Gerakan panen air hujan merupakan salah satu bagian penting dalam menghadapi musim kemarau. Dibantu oleh para akademisi, peneliti dan praktisi lingkungan," jelasnya.
Untuk peta risiko bencana kekeringan yang disusun oleh BNPB cakupannya sudah 34 provinsi dan dapat diakses melalui laman Inarisk. Sedangkan khusus pemetaan wilayah jangkauan air bersih berada di bawah kewenangan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air - Kementerian PU PR.
"Namun untuk “kekeringan sosial” dalam arti kebutuhan air untuk urban/perumahan dilakukan oleh PDAM," pungkasnya. (OL-2)
Ilmuwan temukan jutaan bakteri dan jamur "pelindung" di dalam pohon ek yang tetap stabil meski dilanda kekeringan ekstrem.
BENCANA kekeringan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
GUBERNUR Sumatra Barat Mahyeldi menyebut kondisi kekeringan air di Padang saat ini tergolong cukup ekstrem, terutama di Kecamatan Pauh dan Kuranji.
USAI banjir bandang menerjang Padang, Sumatra Barat, pada akhir November 2025 lalu, dua irigasi rusak total.
Studi terbaru mengungkap rangkaian kekeringan panjang berperan besar dalam kemunduran Peradaban Lembah Indus, memicu penyusutan kota dan pergeseran permukiman secara bertahap.
Kebutuhan untuk penanganan kekeringan dari tahun ke tahun terus bertambah sehingga perlu dicari upaya lain seperti mencari sumber air baru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved