Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Boris Johnson Turun Berat Badan

Fetry Wuryasti
29/7/2020 02:35
Boris Johnson Turun Berat Badan
Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson(AFP)

PERDANA Menteri Inggris, Boris Johnson, 56, mengaku seumur hidupnya selalu ingin bisa menurunkan berat badan. Ia sadar telah menyusahkan banyak orang dengan masalah berat badannya.

“Semenjak sembuh dari virus korona, saya membangun kebugaran diri. Saya tidak punya target khusus karena saya juga baru mulai (menurunkan berat badan). Saya baru turun sekitar 6 kg atau lebih (a stone down),” kata Johnson dalam sebuah video nhs.uk/betterhealth dilansir dari situs the Guardian, Selasa (28/7).

Kegemukan dia sadari saat masuk ICU ketika tertular virus korona. Boris memiliki tinggi 177,8 cm. “Saya (saat itu) sangat gemuk,” kata Johnson.

Setelah keluar dari ICU, ia mulai memperhatikan gaya hidupnya. Ia memperbaiki kondisi kesehatan dengan berlari bersama anjing saat pagi hari. Diawali dengan lari perlahan, semakin terasa bugar tubuhnya, dia semakin bisa berlari lebih cepat.

Hal paling menyenangkan memulai hari dengan lari pagi, kata Boris, dia merasa lanjutan aktivitasnya hingga akhir hari menjadi lebih baik.

“Ketika kita memulai hari dengan latihan yang terasa berat dilakukan, tetapi berhasil kita lalui, sisa hari terasa lebih ringan. Jadi, selain alasan kesehatan, perasaan Anda akan jauh lebih baik. Anda akan merasa punya energi lebih banyak ketika Anda bisa menurunkan berat badan Anda,” jelas Johnson.

Johnson juga mengungkapkan hal itu dalam akun Twitter-nya. “Menurunkan berat badan itu sulit, tetapi dengan beberapa perubahan kecil kita semua bisa merasa lebih bugar dan lebih sehat. Jika kita semua melakukannya, kita dapat mengurangi risiko kesehatan kita dan melindungi diri kita dari virus korona, serta menghilangkan tekanan pada NHS (fasilitas layanan kesehatan),” tulis Johnson, Senin (27/7).

Menurut Johnson, pergi ke gym untuk berolahraga pun bagus, tapi sebenarnya untuk melakukannya tidak harus ke gym. Sudah banyak aplikasi menakjubkan dalam ponsel dan panduan olahraga via Youtube.

“Yang kami lakukan dengan gerakan strategi kesehatan yang lebih baik, yaitu membantu orang-orang untuk menurunkan berat badannya. Tidak dengan cara memerintah atau mengasuh. Kami ingin membangun simpati dan pemahaman kesulitan yang dihadapi orang dengan berat badannya, dan membantunya,” imbuhnya.


Obesitas

Johnson telah secara resmi meluncurkan inisiatif pemerintah Inggris untuk mengurangi tingkat obesitas di Inggris. 

Langkah-langkah baru akan mencakup larangan iklan junk food, tidak ada proposal untuk memperpanjang pajak sebelumnya atas minuman manis untuk produk lain, termasuk makanan.

Pemerintah telah mengatakan akan melarang iklan junk food sebelum jam 9 malam dan melangsungkan konsultasi singkat tentang apakah hal itu harus diperluas menjadi larangan total iklan permen dan makanan cepat saji online.

Langkah-langkah lain termasuk larangan penjualan cokelat, keripik, dan permen di checkout dan menampilkan kalori pada menu di restoran dan pub, termasuk untuk minuman beralkohol, yang diperkirakan menyumbang hampir 10% dari asupan kalori dari mereka yang minum. (H-3)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya