Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
TIGA profesor riset baru di bidang lingkungan hidup dan kehutanan (LHK) lahir di masa pandemi. Ketiga profesor riset yang dikukuhkan tersebut adalah Prof Ris Satria Astana di bidang Ekonomi dan Kebijakan Kehutanan, Prof Ris Irfan Budi Pramono di bidang Hidrologi Hutan, dan Prof Ris Yulianti di bidang Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan.
Sebagai gelar tertinggi bagi seorang peneliti, jabatan profesor riset berisi tanggungjawab yang besar untuk memajukan pengelolaan LHK di Indonesia. Dalam orasi pengukuhan jabatan mereka, Kamis (16/7), ketiganya membeberkan tantangan pengelolaan kehutanan di Indonesia di hadapan Menteri LHK Siti Nurbaya, Wakil Menteri LHK Alue Dohong, Plt Sekretaris Utama Kemenristek/BRIN Mego Pinandito, Prof Ris. Bambang Subiyanto mewakili LIPI, serta Pejabat Tinggi Madya lingkup KLHK.
Ketiga profesor riset itu mempresentasikan bagaimana upaya KLHK mengatasi tantangan pengelolaan LHK di Indonesia, mulai dari upaya perbaikan lahan kritis dengan peningkatan mutu benih, mitigasi bencana banjir dan kekeringan, serta strategi dan kebijakan untuk meningkatkan PDB sektor riil kehutanan.
Menteri Siti dalam pengukuhan itu mengungkapkan kegiatan litbang berperan penting dalam kemajuan peradaban manusia. Panggung sejarah telah menunjukkan bahwa penguasaan atas Iptek menjadi tulang punggung kemajuan suatu bangsa.
Hadirnya para peneliti yang telah mencapai puncak keilmuan dalam bidang kepakarannya masing-masing ini, disebutkan Menteri Siti merupakan bagian dari upaya KLHK dalam menangani tantangan sektor LHK, yaitu pengelolaan lahan kritis dan peningkatan sektor riil kehutanan di Indonesia.
Mulai dari penggunaan benih berkualitas dan peningkatan peran hutan dalam menghasilkan air untuk mitigasi bencana, hingga peningkatan sektor riil kehutanan dalam rangka pembangunan rendah emisi.
"Bidang bidang ini merupakan bidang dengan konteks yang sangat kuat untuk kemajuan Indonesia saat ini dalam lingkup LHK. Dengan adanya tambahan tiga professor riset baru KLHK, akan memperkuat KLHK dalam mengatasi tantangan-tantangan yang ada," sebut Siti.
Sampai dengan saat ini Kementerian LHK telah memiliki 30 profesor riset, termasuk ketiga profesor yang baru saja dikukuhkan. Jumlah profesor riset yang masih aktif 17 orang dan 13 orang lainnya telah pensiun.
Kurangi emisi
Dalam orasinya, Prof Ris Dr Satria Astana menyampaikan informasi kontribusi hasil hutan kayu, HHBK, dan jasa lingkungan sekaligus menawarkan 3 strategi untuk membangkitkan sekaligus mengurangi emisi sektor riil kehutanan.
Pertama, meningkatkan produksi kayu HTI sebesar 9,5% pertahun. Kedua, memperbaiki property rights dalam pengelolaan hutan. Ketiga, mengoreksi distorsi harga kayu bulat di pasar dalam negeri untuk menjamin biaya pengelolaan hutan secara lestari dapat ditutupi oleh harga pasar kayu bulat.
Kondisi saat ini, menurut Menteri LHK, produksi kayu bulat dan HHBK mengalami kompleksitas persoalan masalah maupun kebijakan. Ini memerlukan rumusan strategi dan kebijakan untuk pengembangan peningkatan agar dapat berkontribusi lebih tinggi terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.
“Saya bergembira dengan temuan ini. Sektor riil bidang kehutanan memberikan warna aktivitas perenokomian Indonesia kita. Apalagi dengan atribusi rendah karbon yang saat ini semakin penting serta upaya pemerintah untuk terus memberantas illegal loging dan mengatasi degradasi hutan alam dan mendorong HHBK dan jasa lingkungan,” ujar Menteri Siti saat menanggapi materi orasi Satria Astana.
Sedangkan, Prof Ris Dr Irfan Budi Pramono menyampaikan bahwa peran hutan dalam mengendalikan hasil air dapat ditingkatkan melalui penerapan teknik konservasi tanah dan air. Ketidaktepatan pemilihan jenis pohon dan terlalu rapatnya tanaman di daerah kering berpotensi mengurangi hasil air.
Selanjutnya, Prof Ris Dr Yulianti memaparkan bahwa kesatuan mutu genetik, fisik, fisiologis, dan kesehatan benih, akan mempengaruhi performa benih, yang selanjutnya menentukan kualitas bibit hingga produktivitas tanaman di lapangan. Penggunaan benih bermutu dapat meningkatkan produktivitas 30%-50% riap volume pohon. (H-2)
Menurut Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nuroqif, di tengah ancaman kepunahan berbagai satwa endemik, penyelamatan keanekaragaman hayati adalah prioritas
Volume besar itu tentunya memperparah tekanan terhadap lahan seluas 142 hektar yang sudah menampung sampah Ibu Kota selama lebih dari tiga dekade.
Dunia saat ini tengah menghadapi tiga ancaman serius yang disebut “Triple Planetary Crisis” oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah tekankan komitmen industri jalankan EPR demi kelola sampah plastik. Target 100% pengelolaan tercapai pada 2029 lewat kolaborasi multi-pihak.
KLHK melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menyegel empat perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
‘’Kolaborasi, termasuk dengan kerja sama dengan pihak swasta menjadi kunci untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, bernilai ekonomis dan ramah lingkungan,”
Fokus diskusi mencakup berbagai disiplin ilmu, mulai dari AI, Internet of Things (IoT), smart mobility, digitalisasi rantai pasok, hingga pengembangan keterampilan masa depan.
Prestasi ini menegaskan komitmen Pertamina dalam mendorong budaya inovasi yang berkelanjutan, memperkuat riset terapan, serta menghadirkan solusi teknologi.
Penderita Restless Legs Syndrome (RLS) memiliki risiko lebih tinggi terkena Parkinson dibandingkan orang yang tidak mengalami gangguan tersebut.
Riset ini bertujuan memberikan panduan bagi elit politik sekaligus edukasi bagi masyarakat mengenai kompetensi pemimpin yang benar-benar dibutuhkan di Indonesia.
Kepemimpinan transformasional kepala sekolah, budaya hijau sekolah, dan motivasi intrinsik siswa memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku ramah lingkungan.
Penghargaan bagi peneliti muda menjadi instrumen penting dalam membangun ekosistem riset nasional yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved