Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
SEDIKITNYA, ada tujuh provinsi yang rawan terkena bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada tahun ini. Pemerintah memutuskan untuk mengintensifkan modifikasi cuaca guna membasahi gambut sebagai upaya pencegahan.
Ketujuh provinsi itu meliputi Riau, Sumatra Selatan, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. “Namun kedua provinsi terakhir dalam pemantauan perkembangannya,” kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dalam Rapat Koordinasi Khusus Tingkat Menteri untuk mengantisipasi Karhutla Tahun 2020, di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, kemarin.
Dia menjelaskan, upaya modifikasi cuaca dilakukan sebagai rangkaian penyelesaian dari permasalahan karhutla di Indonesia. Selain itu, pemerintah juga menggencarkan operasi terpadu yang dilakukan sejak 2015 hingga ke posko-posko di lapangan dan melakukan penegakan hukum.
Menurutnya, BMKG sudah memetakan terkait waktu kapan saja pergerakan bahaya kebakaran hutan sehingga memudahkan upaya untuk melakukan rekayasa teknologi. Meski begitu, kata Menteri Siti, pengendalian karhutla perlu solusi permanen.
“Tidak hanya cukup dengan upaya pengendalian operasional dan analisis iklim/cuaca. Perlu menguatkan pengelolaan gambut yang sebelumnya sudah terbentuk,” serunya.
Rakor itu dipimpin Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD. Ia mengatakan semua pemangku kepentingan harus menghadapi ancaman karhutla itu secara serius. “Tidak boleh sampai terjadi karena kita fokus pada covid-19 lalu melupakan ancaman karhutla,” kata Mahfud.
Sesuai perhitungan, sambung Mahfud, karhutla diperkirakan bisa terjadi saat puncak musim kemarau antara Juli hingga Oktober 2020. Sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2020, Presiden Joko Widodo meminta pencegahan, penegakan hukum, dan penanganan karhutla di lapangan dikomandoi Menko Polhukam. (Fer/H-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved