Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Sosial Juliari P Batubara mengharapkan media massa membangun optimisme terkait dengan pandemi covid-19. Menurut Juliari, optimistis merupakan modal utama sebagai bangsa, selain kekompakan.
“Kita sedang berperang melawan virus, wabah yang tidak terlihat, dan kita tidak tahu sampai kapan,” kata Mensos dalam acara bincang bersama media secara daring di Jakarta, kemarin.
Menurut Mensos, pemerintah dihadapkan pada kebijakan yang tidak mudah dengan keterbatasan data, anggaran, dan lainnya serta tetap harus melindungi warganya.
“Warga kita tahunya harus cepat, tepat sasaran, dan sebagainya. Sementara itu, negara kita sejak penerapan otonomi daerah, tidak semua yang diputuskan pusat bisa mulus di daerah. Ini bukan mencari pembenaran, tapi kompleks,” tegasnya.
Dalam penanganan covid-19, Kemensos bertanggung jawab terkait dengan bantuan sosial, antara lain lewat bansos sembako dan bantuan sosial tunai (BST) bagi warga terdampak. Dalam diskusi, Dirjen Perlindungan Jaminan Sosial Pepen Nazaruddin menyampaikan bahwa bansos sembako di Jabodetabek sudah memasuki tahap IV.
“Sudah 77,3%. Kami berupaya dan optimistis pada 14 (Juli) sudah 100% sehingga 15 Juli nanti kita memenuhi tahap kelima berupa sembako kembali,” kata Pepen. Dijelaskan bahwa penyaluran bansos bergantian antara sembako dan beras pada setiap tahapnya.
Pada kesempatan yang sama, Dirjen Penanganan Fakir Miskin Asep Sasa Purnama mengatakan BST yang menjangkau 9 juta kepala keluarga (KK) di luar Jabodetabek pada tahap pertama sudah tersalurkan kepada 7,8 juta KK. Nominal untuk tahapan pertama ini sebesar Rp4,7 triliun.
Untuk diketahui, sejak 20 April bansos sembako banpres (BSB) mulai disalurkan untuk masyarakat terdampak covid-19 di DKI Jakarta, Kabupaten Bogor, Kota Tangerang dan Tangsel, Depok, serta Bekasi.
Bansos sembako tersebut menjangkau 1,9 juta KK dengan nilai Rp600 ribu yang disalurkan sebulan dua kali sehingga nilai totalnya sekitar Rp3,4 triliun. Sementara itu, BST menjangkau 9 juta KK di luar Jabodetabek yang belum mendapatkan PKH dan program sembako/BPNT dengan nilai Rp600 ribu/KK/bulan. Baik bansos sembako bantuan Presiden maupun BST, disalurkan selama tiga bulan, yakni April, Mei, dan Juni 2020. Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang waktu penyaluran bansos hingga Desember 2020, tetapi besarannya menjadi Rp300 ribu per bulan mulai Juli 2020. (Ifa/H-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved