Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Analisis Spasial Sebaran Pandemi Korona

MI
06/6/2020 01:15
Analisis Spasial Sebaran Pandemi Korona
(MI)

POLA penyebaran menjadi salah satu hal terpenting dalam penanganan pandemi covid-19.

Badan Informasi Geospasial (BIG) melakukan analisis spasial penyebaran covid-19 di DKI Jakarta. Metode tersebut dapat digunakan untuk mencari informasi mengenai pola penyebaran berdasarkan karakteristik suatu wilayah dan keterkaitan antarlokasi di dalamnya.

Analisis keterkaitan wilayah penyebaran dibagi ke dalam tiga tipe, yaitu analisis hot spot, estimasi tingkat prevalensi, dan analisis kecenderungan pola penyebaran covid-19 di Jakarta. ‘Analisis hot spot, yaitu identifikasi keberadaan lokasi sebaran tinggi (hot spot) dan rendah (cold spot) yang signifikan pada suatu area melalui perhitungan statistik berdasar ukuran ketetanggaan dan jarak antartitik kejadian di suatu wilayah kelurahan,’ kata Kepala Bidang Pemetaan Kebencanaan dan Perubahan Iklim BIG Ferrari Pinem dalam laporan tertulis, kemarin.

Dia mencontohkan, perubahan pola hot spot dan cold spot pada 25 Maret-23 April 2020. Perubahan ini menunjukkan intensitas dan tingkat pengelompokan kejadian kasus positif covid-19. Berdasarkan analisis, 47 kelurahan masuk tipe consecutive hot spot, yaitu jumlah hot spot yang konstan secara statistik. 

Kemudian, 138 kelurahan masuk tipe oscillating hot spot, yaitu area yang dulunya cold spot, tetapi berubah menjadi hot spot. Tiga belas kelurahan ialah new hot spot, yaitu lokasi baru yang  berpeluang menjadi hot spot. Sebanyak tiga kelurahan tipe diminishing cold spot, yaitu daerah yang akan mengalami peningkatan ancaman kasus positif covid-19.

Lalu, satu kelurahan masuk tipe historical cold spot, yaitu lokasi yang berdasarkan data terbaru bukan merupakan cold spot, tetapi pernah menjadi cold spot. Lalu, 59 kelurahan tidak menunjukkan pola apa pun. “Hasil analisis menunjukkan wilayah dengan lokasi konsentrasi kasus kejadian tinggi. Hal ini dapat digunakan sebagai pertimbangan bagi pemerintah untuk menentukan lokasi evakuasi atau pemberian fasilitas kesehatan tambahan harus ditempatkan,” ujarnya.

Metode lain ialah estimasi tingkat prevalensi menunjukkan proporsi kasus covid-19 pada masyarakat dalam waktu tertentu. Periode waktu yang digunakan kasus ini ialah pada 21, 24, dan 31 Maret 2020.

“Informasi mengenai rasio ini dapat digunakan sebagai pertimbangan bagi Pemerintah DKI Jakarta untuk memberikan prioritas bantuan alat medis atau penanganan covid-19. Untuk daerah dengan nilai rasio tinggi, disarankan untuk mengecek kelengkapan peralatan medis. Daerah dengan nilai rasio rendah bisa saja disebabkan masih sedikitnya populasi yang menjalani tes swab atau PCR,” jelasnya.

Terakhir, yaitu analisis menggunakan model standard deviational ellips (SDE) untuk memahami fenomena geografis dan penyebabnya berdasarkan pola geografi s yang spesifi k. Analisis spasial diharapkan dapat menjadi referensi atau masukan bagi pemerintah terkait dengan pengambilan keputusan, khususnya bagi peningkatan layanan kesehatan penanggulangan covid-19 di suatu wilayah. (Atikah Ishmah W/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya