Kamis 07 Mei 2020, 17:04 WIB

Jagung Ungu Dinilai Mampu Tangkal Radikal Bebas

Antara | Humaniora
Jagung Ungu Dinilai Mampu Tangkal Radikal Bebas

Antara
Srikandi Ungu hasil inovasi Balai Penelitian Tanaman Serealia Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian.

 

VARIETAS jagung ungu Srikandi Ungu inovasi Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitsereal) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) dinilai mampu meningkatkan daya tahan tubuh serta menangkal radikal bebas dalam tubuh.

Kepala Balitsereal Muhammad Azrai mengatakan jagung ungu kaya akan antosianin, salah satu antioksidan kuat yang berguna dalam membantu melindungi tubuh dari serangan penyakit.

"Banyak manfaat yang terkandung di dalam jagung ungu untuk kesehatan manusia, salah satu fungsinya adalah menghambat proses aterogenesis dengan mengoksidasi lemak jahat dalam tubuh," ujarnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (7/5).

Srikandi Ungu 1 mengandung antosianin lebih dari 51,92 µg/g dengan kandungan amilosa yang rendah yaitu 6,66 – 9,37 persen, sehingga memiliki tekstur pulen.

Varietas yang dirilis pada 2018 lalu itu memiliki rerata umur selama 87 Hari Setelah Tanam (HST), dengan potensi hasil mencapai 8,5 ton/hektare.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) Kementan Haris Syahbuddin menambahkan selain bernutrisi tinggi, jagung ungu juga memiliki fungsionalitas yang tinggi, yang mampu diolah menjadi berbagai jenis panganan.

Selain diolah untuk berbagai macam es krim dan kue, lanjutnya, bentuk pipilan keringnya dapat diolah menjadi tepung untuk pembuatan kue seperti brownies yang memiliki tekstur kenyal dengan warna, rasa, dan aroma yang menarik untuk dicicipi.

Sementara itu Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry menyatakan dengan mewabahnya COVID-19 di Tanah Air, kesadaran masyarakat untuk menjalani hidup sehat dan mengkonsumsi makanan meningkat, sehingga tuntutan terhadap bahan pangan juga kian bergeser kepada makanan yang memiliki nilai tambah bagi kesehatan.

"Saat ini dalam memilih bahan pangan, masyarakat tidak hanya bertumpu pada kandungan gizi dan kelezatannya, tetapi juga manfaat dari bahan pangan harus dapat diandalkan sebagai pemelihara kesehatan dan kebugaran tubuh," katanya. (OL-12)

Baca Juga

Antara

Menkes: Bio Farma Belum Tentukan Harga Vaksin Mandiri

👤Ant 🕔Sabtu 27 Februari 2021, 20:16 WIB
"Sehingga pemerintah belum bisa menentukan harga batas atas dan bawah dari vaksin tersebut,"...
Foto Twitter Fahmi Ismail.

Pengamat: Perlu Edukasi Publik untuk Ciptakan Dunia Maya Sehat

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 27 Februari 2021, 19:51 WIB
Cyber Crime Polri sebagai aparat penegak hukum dapat melakukan edukasi kepada masyarakat dengan menegur terlebih dahulu konten yang...
ANTARA/Wahdi Septiawan

KLHK Tangkap Pemburu Satwa Liar di TN Way Kambas

👤Atalya Puspa 🕔Sabtu 27 Februari 2021, 19:30 WIB
Para pemburu satwa liar tersebut akan dijerat dengan pasal pidana...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya