Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Beragam Bentuk Gotong Royong Warga Hadapi Korona

Gaudensius Suhardi
23/4/2020 19:32
Beragam Bentuk Gotong Royong Warga Hadapi Korona
Pendiri Rumah Kreatif dan Pintar Muhammad Aripin (kanan) memakaikan masker kain ke salah satu pengemudi ojek online.(Dok Astra)

MASYARAKAT Indonesia bergotong royong untuk membantu upaya penanganan pandemi virus korona atau covid-19. Semangat gotong royong itu tergambarkan dari beragam aksi yang dilakukan masyarakat di Tanah Air.

Seperti di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Muhammad Aripin yang memiliki usaha penjahitan berinisiatif membuat masker kain. Dia juga membagikan masker karyanya kepada publik secara gratis. Sejauh ini, sudah 15 ribu masker kain yang dia bagikan ke masyarakat.

Inisiatif itu juga dia tularkan kepada penjahit binaannya. "Kami bagikan masker kain ke keluarga pasien rumah sakit, petugas kebersihan, pengemudi ojek online, wartawan, kepolisian, dan siapapun yang perlu. Alhamdulillah, sehari bisa lebih dari 400 masker kain dibagikan," ujar Aripin dalam keterangan tertulis yang diterima Media Indonesia, Rabu (23/4).

Baca juga: 5.010 Pekerja Industri di Sukabumi di PHK

Aripin adalah salah satu penerima apresiasi Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards tahun 2016 kategori Kewirausahaan.

Aripin mendirikan Rumah Kreatif dan Pintar, sebuah yayasan yang fokus pada pemberdayaan kaum marjinal termasuk penjahit penyandang disabilitas tuna rungu.

Seorang pemuda, Trisno (penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2015 kategori Lingkungan) yang berdomisili di kaki Gunung Telomoyo, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, yang juga membuat gerakan mencegah penyebaran covid-19 agar tidak masuk ke desanya.

Trisno, yang merupakan penggerak Kampung Berseri Astra Desa Wisata Tanon, gencar bergerak membuat program edukasi warga untuk mencegah penyebaran covid-19 baik di tingkat masyarakat maupun jajaran pemerintah daerah.

Baca juga: Kali Ini, Tradisi Dugderan tanpa Keramaian

Edukasinya meliputi bagaimana menghitung kekuatan dan kebutuhan logistik masyarakat, termasuk mengedukasi perencanaan keuangan jika terjadi kondisi yang betul-betul darurat.

Dia juga menyebarkan informasi dan mengumpulkan data masyarakat dengan menggunakan teknologi terkini seperi link Google Forms dan voice notes yang mudah disebar melalui aplikasi Whatsapp. Program relawan juga Ia buka dan sampai saat ini telah terkumpul lebih dari 20 orang untuk satu desa.

Anak muda lain dari Jawa Tengah, Triana Rahmawati yang merupakan penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2017 kategori Kesehatan fokus pada pemberian sembako untuk panti jompo di wilayah asalnya, Solo.

Ada juga Resika Caesaria di Banyumas, Jawa Tengah. Penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2015 kategori Kewirausahaan ini membagikan masker dan hazmat secara gratis kepada rumah sakit dan siapapun yang membutuhkan.

Saat ini sudah lebih dari 13.000 masker dan 1.000 hazmat hasil sumbangan dari para donatur dan usaha cimol milik Resika yang dibagikan.

Di Jawa Timur, beberapa pemuda-pemudi penerima SATU Indonesia Awards juga tidak tinggal diam menghadapi situasi ini. Yoga Andika (penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2016 kategori Pendidikan) memberikan edukasi kepada masyarakat di Pasar Tosari, Kabupaten Probolinggo, karena saat ini pasar masih beroperasi seperti biasa dan masyarakat belum peduli akan bahaya covid-19.

Lalu Ratna Indah (penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2011 kategori Kesehatan) yang bertugas sebagai penyuluh kesehatan di Kabupaten Pasuruan. Saat ini, dia masih mengedukasi masyarakat mengenai virus korona secara door to door.

Kemudian A'ak Abdullah (penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2010 kategori Lingkungan) melakukan penggalangan dana untuk menyediakan hand sanitizer dan tangki penyemprot disinfektan untuk masyarakat di Kabupaten Lumajang.

Ahmad Hasyim (penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2019 kategori Kelompok), seorang perawat yang mendirikan Pedis Care, klinik yang merawat dan menyembuhkan luka diabetes di Kota Malang.

Ia bersama Persatuan Perawat Nasional Indonesia menggalang dana untuk membagikan alat pelindung diri, vitamin dan makanan bagi para perawat yang bertugas di beberapa rumah sakit di Malang. Di Jawa Barat tepatnya Kota Bandung,

Dani Ferdian (penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2015 kategori Kesehatan) seorang dokter muda bersama tim Volunteer Doctors membuat program edukasi melalui podcast agar mudah dibagikan ke pihak-pihak lain.

Ia juga memprakarsai sebuah situs bernama bantumedis.com untuk mendata, mengumpulkan donasi, dan membagikan APD agar tepat sasaran ke fasilitas pelayanan kesehatan yang membutuhkan.

Dari Nusa Tenggara Timur, Mansetus Kalimantan Balawala (penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2010 kategori Kesehatan) yang merupakan pemilik bengkel berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan di Larantuka, Kabupaten Flores Timur, mengedukasi masyarakat tentang pencegahan pandemi covid-19.

Asto Dadut (penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2017 kategori Pendidikan), pemuda asal Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya juga memberikan penyuluhan kepada masyarakat serta penggalangan donasi untuk memberikan alat pelindung diri kepada tenaga medis di Sumba.

"Kita sosialisasikan ke seluruh wali santri mengenai bahaya wabah ini dan mengikuti anjuran pemerintah untuk meliburkan para santri. Semoga Allah segera mengangkat penyakit ini dari muka bumi," tambah Marwan Hakim (penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2013 kategori Pendidikan) di Lombok.

Di tanah Sumatra, bidan Rosmiati (penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2012 kategori Kesehatan) di daerah terpencil di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, harus naik perahu untuk mendatangi warga di sana guna memberikan penyuluhan tentang pencegahan penyebaran covid-19.

Bidan di Talanganau, Sumatra Barat, Hardinisa Syamitri (penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2013 kategori Kesehatan), terus mendatangi rumah warga satu persatu demi menyampaikan informasi tentang bahayanya covid-19.

Mohammad Afifi (penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2019 kategori Kesehatan) di Jambi melakukan edukasi ke pesantren-pesantren terkait pentingnya gaya hidup sehat dan bersih agar mencegah menyebarnya virus korona.

Dokter lulusan Universitas Jambi ini pernah mengenyam pendidikan di pesantren, sehingga ia memiliki perhatian lebih ke teman-teman di pesantren.

Afif mengajarkan mulai dari cara cuci tangan yang benar hingga menjaga kebersihan asrama. Astra juga turut mendukung kegiatan para penerima SATU Indonesia Awards di berbagai penjuru Indonesia tersebut dengan mengirimkan bantuan berupa 4.800 masker surgical, 120 kotak vitamin dan 1.200 sarung tangan. (X-15)


 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Henri Siagian
Berita Lainnya