Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PANDEMI covid-19 kemungkinan besar memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan mental global saat miliaran orang tidak bisa keluar rumah. Hal itu diungkapkan sejumlah penelitian, Kamis (16/4).
Dalam penelitian yang diterbitkan dlam jurnal Lancet Psychiatry, panel yang terdiri dari 24 pakar meminta tambahan dana untuk menggelar penelitian mengenai pengaruh covid-19 terhadap kesehatan mental masyarakat.
Dua penelitian sebelumnya yang dilakukan terhadap publik Inggris menunjukkan bahwa responde mengakui mengalami kegelisahan dan ketakutan akan mengalami gangguan mental sejak pandemi covid-19 terjadi.
Baca juga: Prancis akan Berikan Bonus Puluhan Juta untuk Tenaga Medis
"Kita semua menghadapi ketidakpastian dan perubahan besar pada cara hidup kita akibat covid-19," ujar pemimpin penelitian Emily Holmes dari Departeman Psikologi Uppsala University.
"Penelitian kami menunjukkan perubahan-perubahan itu membawa pengaruh pada kesehatan mental kita," imbuhnya.
Para peneliti meminta adanya pengawasan terhadap kegelisahan, depresi, dan bunuh diri di berbagai penjuru dunia serta adanya program untuk membantu masalah kesehatan mental yang bisa diakses secara daring.
Penelitian sebelumnya terhadap kesehatan mental akibat wabah, seperti SARS pada awal 2000-an, menunjukkan adanya peningkatan angka bunuh diri dan jumlah pekerja medis yang mengalami gangguan mental.
Kini, pengaruh covid-19 diperkirakan lebih besar dibandingkan sebelum-sebelumnya mengingat miliaran orang terjebak di rumah dan tidak diketahui kapan aturan social distancing ini akan berakhir.
Karenanya, para peneliti meminta pemerintah menggelontorkan dana untuk membantu mereka yang mengalami gangguan mental akibat pandemi covid-19.
"Meningkatnya isolasi, kesendirian, kegelisahan, stres, dan krisis ekonomi adalah badai yang bisa mengancam kesehatan mental seseorng," ujar Rory O'Connor, dosen psikologi dari University of Glasgow.
Dia mengatakan, jika pemerintah tidak melakukan intervensi, akan ada ledakan gangguan mental di masyarakan termasuk meningkatnya penyalahgunaan alkohol dan narkoba. (AFP/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved