Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Tiga Startup Lokal Berkolaborasi Bikin Bilik Sterilisasi

Mediaindonesia.com
11/4/2020 13:32
Tiga Startup Lokal Berkolaborasi Bikin Bilik Sterilisasi
Ilustrasi(Istimewa)

WABAH covid-19 yang telah menyita perhatian dunia mendorong pelaku usaha untuk turut berkontribusi memberikan solusi, termasuk tiga startup lokal yakni Gorry Holdings, Persegi, dan Gradana. Mereka bekerja sama memproduksi bilik sterilisasi (sterilizer room).

Dalam kerja sama ini, perusahaan teknologi kesehatan Gorry Holdings menyediakan cairan pembersih yang komposisinya menggunakan senyawa kimia tidak berbahaya dan ekstrak minyak tumbuhan. “Cairan ini hasil teknologi NewGenn Research Ltd. Dengan kandungan hanya 0,05 persen dari air, cairan tersebut efektif mencegah pencemaran renik dan mikro organisme seperti bakteri, virus, dan kuman,” ujar CEO Gorry Holdings Herry Budiman dalam keterangan pers yang diterima Media Indonesia, Sabtu (11/4).

Baca juga:300 Ribu Alat Rapid Test Impor Tiba di Indonesia

Virus yang bisa mati karena cairan ini selain Sars-CoV-2 adalah  HIV, Hepatitis B, Herpes tipe 1 dan 2, influenza tipe A, rubella dan sebagainya. Adapun bakteri yang termasuk efektif untuk dibasmi dengan bahan ini adalah Staphylococcus Aureus, E. Coli, Pseudomonas Aeruginosa, Enterococcus, Enterobacter Aerogenes & Cloacae, Salmonella Typhimurium, Proteus Mirabilis & Vulgaris, Chlamydia dan Psittaci. Sedangkan dari kategori jamur adalah Canadida Slbicans dan  Aspergillus Niger.

“Komposisinya 1 banding 75 antara sterilizing fluid dan air, selain itu derajat keasamannya pun netral, tidak seperti cairan disinfektan yang kerap menjadi perdebatan. Biaya per penyemprotan juga ekonomis, bisa kurang dari Rp200 per penggunaan dalam bilik sterilisasi,” imbuhnya.

Perakitan sterilizer room sendiri dikerjakan oleh Persegi, sebuah toko online furnitur lokal. Adapun Gradana, yang merupakan perusahaan fintech, mendukung dengan memberikan pembiayaan sehingga pembeliannya bisa dicicil sehingga tidak memberatkan cash flow para pelaku usaha yang saat ini mungkin kondisinya tertekan akibat Covid-19.

“Di momen seperti ini, kita memang harus saling bekerjasama dan membantu masyarakat dalam melawan pandemik ini,” ujar Angela Oetama, CEO Gradana.

Baca juga:1.344 Orang Ikut Rapid Test secara Drive Thru di Kemkominfo

Dihubungi secara terpisah, pakar kedokteran kerja yang juga anggota Ikatan Dokter Kesehatan Kerja (IDKI) Edi Alpino Rivai Siregar mengatakan, sejak mewabahnya covid-19, banyak inovasi baru yang bisa menjadi pencegah penyebaran virus tersebut di masyarakat, termasuk sterilizer room yang komposisinya menggunakan senyawa kimia dan ekstrak minyak tumbuhan.

Menurutnya, inovasi apapun perlu diteliti lebih lanjut apakah bahan tersebut memiliki efek samping atau tidak terhadap manusia. “Jika terjadi efek samping, apa yang harus dilakukan, bagaimana penangkalannya, dan seterusnya. Dan yang lebih penting lagi tentunya seberapa efektif bahan tersebut bisa membunuh virus korona,” imbuh Ketua Komite Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) RS Yarsi Jakarta yang juga anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tersebut. (RO/A-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya