Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Kemristek Percepat Pengujian Spesimen Terduga Covid-19

Ferdian Ananda Majni
07/4/2020 13:13
Kemristek Percepat Pengujian Spesimen Terduga Covid-19
Ilustrasi seorang petugas laboratorium menguji spesimen terduga covid-19.(AFP)

SEBAGAI bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) berusaha mempercepat pengujian spesimen pasien terduga virus korona (covid-19) di Indonesia.

Kemristek/BRIN melalui Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman sebagai anggotanya, bekerja 24 jam mendukung Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan (Litbangkes) mempercepat pengujian pasien yang diduga terjangkit covid-19. Caranya dengan melakukan tes Polymerase Chain Reaction(PCR).

Baca juga: Fasilitas Observasi Covid-19 di Pulau Galang Sudah Siap Digunakan

"LBM Eijkman sudah bekerja boleh dibilang 24 jam dalam sehari kira-kira bisa menguji 180-270 spesimen dengan pengujian PCR. Tentunya ke depan, dengan kebutuhan pengujian yang lebih besar lagi untuk mencakup lebih banyak penduduk Indonesia,” ungkap Menteri Riset dan Teknologi/Kepala BRIN, Bambang Brodjonegoro, melalui telekonferensi dari Graha BNPB, Selasa (7/4).

Dalam pengujian spesimen tersebut, Kemenristek/BRIN mengakui masih ada satu hambatan sehingga kecepatannya belum maksimal dalam menguji seluruh penduduk. Yaitu, kekurangan sumber daya manusia (SDM) yang paham mengenai pengujian specimen. Terutama pengujian dalam laboratorium level Biosafety Lab 2 (BSL-2) dan BSL-3.

"Itu sangat terbatas di Indonesia," pungkas Bambang. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sebagai salah satu anggota dari BRIN, sudah mempunyai Laboratorium BSL-3. Namun LIPI meminta Kementerian Kesehatan untuk menambah kapasitas tenaga pemeriksaan PCR.

Baca juga: Lawan Covid-19, Ini Cara Puskesmas Lakukan Screening

Karena itu, LIPI terpanggil melakukan pelatihan terhadap relawan yang bersedia menjadi tenaga ahli di laboratorium minimum level BSL-2. "Pelatihan dilakukan di laboratorium BSL-3 LIPI yang ada di Cibinong Bogor," jelasnya.

Kegiatan pelatihan yang diberi judul "Indonesia Memanggil" cukup menarik minat masyarakat. Tercatat, jumlah pendaftar menyentuh angka 800 orang sejak pendaftaran dibuka. Dengan adanya pelatihan, diharapkan jumlah SDM terampil dalam pengujian spesimen meningkat. Sehingga, mempercepat tes PCR di Indonesia.

"Mudah-mudahan ini akan sangat membantu kita untuk bisa lebih bagus menangani covid-19. LBM Eijkman satu hari sudah bisa sampai 180-270 spesimen. Nantinya kalau SDM lebih banyak, kapasitas (pengujian bisa ditingkatkan),” pungkas Bambang.(OL-11)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya