Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
BAGI perempuan yang akrab disapa Teh Nisya ini, menanam ialah kebahagiaan. Bukan sekadar ujaran belaka, perkataan itu bahkan sempat ia buktikan secara teoretis kala ditemui Media Indonesia.
Menurut Nisya, menanam dapat menghasilkan kebahagiaan karena pada dasarnya setiap tanah mengandung mikroba. Mikroba tersebut mengandung antistres, yang mana pengetahuan itu didapatnya ketika belajar ke India sebagai penerima beasiswa Course on A-Z of Agroecology and Organic Systems di The Navdanya Biodiversity Conservation Farm, Earth University, Dehradun, Doon Valey, Uttarakhand, India Utara. Selama menempuh studi itu pula, ia menjadi salah satu murid dari penulis buku sekaligus tokoh bidang ekologi, Vandana Shiva.
Maka dari itu, tak mengherankan jika pengetahuan Nisya dalam hal bercocok tanam pun cukup mendalam. Ia bahkan sempat menceritakan pengetahuanya tentang sebuah negara di kawasan pegunungan Himalaya yang tingkat kesuksesannya bukan diukur dari pertumbuhan ekonomi, melainkan kebahagiaan warga negaranya.
"Dan rupanya, setelah diteliti, di sana mayoritas warganya juga bekerja sebagai petani. Mereka juga bekerja di hutan dan kaitannya dengan mikroba itulah yang membuat mereka selalu bahagia," tutur Nisya merujuk kepada Bhutan.
Kebahagiaan itu juga menjadi landasan Nisya dalam membangun hubungan dengan para santri di pesantrennya. Dewasa ini, mereka bekerja sama dengan unsur kekeluargaan dan tak terkecuali dalam mengolah agroekologi atau pertanian.
Saling percaya
Namun begitu, kata Nisya, tidaklah cukup jika agroekologi hanya dibangun hulunya. Hilirnya juga harus dibangun, di samping harus memprioritaskan unsur kepercayaan.
Unsur kepercayaan, selain baik untuk para santri, menurut Nisya, juga penting untuk menjalin hubungan dengan orang-orang yang menjadi pelanggan segala macam kebutuhan yang dihasilkan lahan pertanian Ath Thaariq. Hasil pertanian itu berupa berbagai macam produk alami, seperti sayur dan buah-buahan.
"Orang-orang biasanya berebut datang ke pesantren untuk memesan bahan-bahan alami ini sehingga kami pun juga tidak kesulitan untuk mendapatkan pasar. Anak-anak pesantren juga diajarkan semua dengan yang alami ini, bahkan sampai ke masalah masker, lulur, dan segala macam. Tidak hanya soal makanan seperti selai dan lain-lain, tapi semuanya, termasuk menjaga kepercayaan," tutur Nisya.
Menurut Nisya, Ath Thaariq juga tidak terlalu mengedepankan profit. Mereka lebih suka bercerita tentang kepuasan dan keberlanjutan (sustainable) karena beberapa produknya memang bersifat musiman, salah satu contohnya ialah markisa.
Selin itu, lanjut Nisya, kepercayaan juga harus dibangun dengan para tamu yang datang ke pesantren. Itu karena Ath Thaariq yang selama 12 tahun telah menelurkan kurang lebih 5.000 alumnus juga kerap kedatangan pengunjung dari berbagai kalangan, mulai komunitas, mahasiswa, hingga kelompok agama lain. Maka dari itu, ia selalu berharap bahwa dari kepercayaan itu kemudian tumbuh harmoni kepada sesama. (Gas/M-2)
Sedang viral! Tren Caricature of Me and My Job bikin karikatur profesi pakai ChatGPT. Ini cara mudah dan prompt yang dipakai.
Sebagai profesi independen berkeahlian khusus, Penilai bekerja berdasarkan penugasan resmi, data otoritas, serta standar kode etik yang ketat.
Saat memilih karier baru, perlu juga mengetahui apakah profesi/karier tersebut memang sesuai dengan minat danĀ tujuan hidup.
Ingin ganti profesi? Simak 5 hal penting sebelum beralih karier agar keputusanmu matang, sesuai passion, dan siap hadapi tantangan di dunia kerja baru.
PENGALAMAN imersif dan interaktif bertema dunia Barbie 'World of Barbie' akan hadir di Jakarta, tepatnya di Agora Mall Jakarta, berlangsung mulai 9 September hingga 26 Oktober 2025.
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mengadakan program edukatif Pelindo Mengajar di SDN Pulau Panggang 2 Pagi, Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved