Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MEDIA massa mempunyai tantangan untuk tetap mempertahankan eksistensinya pada era digitalisasi. Perubahan itu perlu disikapi media massa yakni dengan membedakan diri dari media baru seperti media sosial di kanal digital.
Peneliti media dan komunikasi serta Ketua Komisi Hubungan antarlembaga dan Internasional Dewan Pers Agus Sudibyo mengatakan media massa harus bisa memberikan informasi yang baik kepada masyarakat.
"Harus ada diferensiasi terhadap media baru kalau media baru menyajikan informasi yang berkualitas rendah, " ujar Agus ketika dihubungi Media Indonesia, di Jakarta, pada Minggu (8/2).
Media massa harus menjadi lebih baik dengan berita yang bisa dipertanggungjawabkan dengan tidak mengikuti atau memuat berita-berita dari media sosial yang kebenarannya belum terkonfirmasi (hoaks) ataupun informasi yang sifatnya spekulatif. Apabila media massa melakukan hal yang sama dengan media sosial karena mengejar trafik, menurut Agus hal itu sama saja dengan membesarkan kanal digital atau media baru yang kini menjadi pesaing media massa.
"Biarkan itu (hoaks) menjadi makanan media sosial. Publik akan membaca media sosial kalau ingin tahu gosip, dan membaca media massa apabila ingin mencari informasi lebih baik," terangnya.
Selain itu, menurutnya media massa terutama cetak harus mampu beradaptasi dengan perubahan perkembangan pola konsumsi media di masyarakat. Saat ini sudah banyak masyarakat mengonsumsi informasi secara digital melalui gawai, sehingga digitalisasi menjadi keniscayaan bagi para pengelola media massa.
"Pengelola media harus bisa menemukan model bisnis baru, sebagai konsekuensi dari transformasi digital," imbuhnya.
Terakhir, pengelola media secara bersama-sama dapat mendorong pembuat perundang-undangan yakni Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengatur regulasi atau tata kelola yang lebih baik seperti menjamin iklim usaha yang sehat dan setara antara platform digital dan media massa.
Diutarakan Agus, kebebasan pers di Indonesia saat ini sudah jauh lebih baik jika dibandingkan dengan era pemerintahan orde baru. Tetapi dari segi regulasi masih ada kelemahan yang harus diperbaiki misalnya segi kebebasan pers, masih banyak wartawan yang menjadi korban kekerasan atau rentan dijerat dengan Undang-Undang No.11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). (OL-4)
Sepanjang 2025, isu kemerdekaan pers, profesionalisme jurnalistik, serta keberlanjutan ekonomi media menjadi tiga persoalan utama yang saling berkaitan.
Media massa bisa semakin berperan sebagai duta literasi keuangan untuk membantu meningkatkan literasi, inklusi, dan pelindungan konsumen secara langsung di masyarakat.
WALI Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan pihaknya membutuhkan media massa untuk mengoptimalkan penginformasian kepada publik.
Broadcast: Jangkau audiens masif! Pelajari definisi, strategi, dan cara efektif sebarkan informasi secara luas. Raih perhatian maksimal!
Di tengah arus informasi yang begitu deras, generasi muda harus memiliki kemampuan literasi media yang kuat agar dapat mencerna informasi dengan cerdas.
Media memiliki pengaruh sangat besar terhadap keberhasilan agensi PR.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved