Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA memperkuat koordinasi kebencanaan dilakukan menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dengan mengunjungi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) rabu (20/11).
Muhadjir mengatakan, Indonesia ditakdirkan berada di wilayah yang rawan bencana alam, seperti gempa, banjir, dan bencana lainnya.
Hal itu menjadi tantangan bagi bangsa Indonesia. Karenanya, yang dibutuhkan bangsa Indonesia adalah selalu siap siaga untuk menghadapi kondisi yang senantiasa bisa terjadi kapan saja dan dimana saja.
Muhadjir menambahkan, salah satu basis yang perlu diperkuat di pembelajaran adalah terkait dengan materi kebencanaan. Dan hal tersebut telah dilakukan lama oleh negara Jepang.
"Berdasarkan pengalaman, untuk siswa-siswa itu mereka telah memiliki dasar-dasar kebencanaan," ujarnya.
Baca juga : Diterjang Puting Beliung, 19 Siswa SMKN I Miri Tertimpa Bangunan
Menurut Menko PMK, pelajaran kebencanaan sangat penting dan mendesak untuk segera diterapkan di Indonesia. Belajar dari Jepang, mata pelajaran kebencanaan itu mutlak, bahkan di Jepang setiap sebulan sekali ada simulasi atau latihan dalam menghadapi bencana.
Khusus di Indonesia karena potensi bencananya lebih bervariasi maka simulasinya harus lebih spesifik di setiap daerah, baik secara spasial maupun insidental. Misalnya daerah yang rawan banjir, gempa, atau kebakaran simulasinya harus sesuai dengan potensi ancaman yang ada.
"Namun demikian, saya sangat setuju dengan Pak Kepala BNPB bahwa kemampuan antisipasi kita harus lebih kuat dari dalam. Kita harus berfikir bahwa setiap tahun kita pasti ada bencana. Untuk tahun ini kita sudah punya contoh bencana kebakaran hutan, dan saya kira itu terjadi karena kita masih kurang antisipasi," kata Menko Muhadjir.
Kedepannya, lanjut Muhadjir, harus bisa diaksanakan koordinasi yang efektif dalam hal kebencanaan. Bencana harus ditangani dengan sungguh-sungguh dan secepat-cepatnya sehingga dapat meminimalisir collateral damage yang merugikan.
"Setelah dari sini, saya akan mengumpulkan Menteri-menteri yang berada dibawah koordinasi saya, kita akan membahas program-program yang bersifat koordinatif terutama kementerian yang berhubungan dengan BNPB," ujarnya.
Dalam kunjungan ke BNPB, Muhadjir mengunjungi Pusat Data dan Pengendalian Operasi (Pusdalop) BNPB. Disana Muhadjir mendapatkan penjelasan mengenai peta bencana yang ada di seluruh wilayah Indonesia.
Muhadjir juga berkesempatan mengunjungi sekretariat ASEAN Coordinating Center For Humanitarian Assistance yang berada di Gedung BNPB. (RO/OL-7)
BNPB akan segera menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak bencana Sumatra.
BNPB mencatat telah terjadi 243 kejadian bencana di Indonesia sepanjang tahun 2026.
BNPB juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau sanak saudara. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan tetap siaga mendampingi pemerintah daerah meski status tanggap darurat bencana di sejumlah wilayah di Sumatra telah dicabut.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti alih fungsi lahan dan menurunnya daya dukung lingkungan sebagai faktor utama yang memperparah dampak bencana alam.
MENTERI Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan, sumber daya manusia (SDM) yang unggul adalah kunci tercapainya target Indonesia Emas 2045.
MENTERI Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mengatakan bahwa Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI memiliki fleksibilitas dalam membantu masyarakat.
Menko PMK Pratikno sebut Baznas mitra strategis pemerintah. Sinergi zakat dukung kesehatan, pendidikan, dan penanganan bencana.
Pratikno menekankan bahwa kesehatan bukanlah hasil keberuntungan, melainkan buah dari kebiasaan baik yang dijaga setiap hari.
Pratikno menambahkan bahwa tantangan ke depan akan semakin berat dalam menghadapi perkembangan teknologi termasuk bagi dunia pendidikan.
Catur Brata Penyepian Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelungan, dan Amati Lelaungan merupakan bentuk pengendalian diri, introspeksi, serta kesadaran terhadap hubungan manusia dengan alam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved