Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Kesehatan Terawan Agus Putranto kerap menyatakan akan mengembalikan Puskesmas pada fitrahnya, yakni menjadi pusat bagi kegiatan promotif dan preventif masyarakat.
Berkaitan dengan itu, BPJS Kesehatan mendukung penuh upaya Menkes untuk menjadikan Puskesmas sebagai pusat kegiatan promotif dan preventif. Pasalnya, hal itu dinilai dapat menjadi salah satu solusi mengatasi defisit BPJS Kesehatan agar tidak terus melebar.
"Benar apa yang dikatakan Pak Menkes. Puskesmas harus kembali ke fitrahnya. Itu kan penanganannya di daerah. Jadi penanganan penyakit bukan hanya dari pusat, tapi juga meluas," kata Direktur Kepesertaan dan Pemasaran BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Rabu (6/11).
Baca juga: IDI Dukung Menkes Kembalikan Puskesmas untuk Pencegahan Penyakit
Andayani menilai upaya penanganan penyakit dari Puskesmas merupakan investasi jangka panjang yang akan membantu perbaikan pada keuangan BPJS Kesehatan. Dengan demikian, masyarakat mendapatkan cukup edukasi terkait kesehatan dan tidak menjadi beban pembiayaan BPJS Kesehatan kedepannya.
"Sekarang kalau dilihat, penyakit tidak menular itu harus dimulai dari pola hidup. Itu kan harus dieducate. Ini kan masalah investasi jangka panjang. Ini di BPJS Kesehatan sekarang makin banyak menanggung penyakit tidak menular, kanker. Itu kan harus dipotong dari awalnya. Di sinilah peran Puskesmas," tuturnya.
Untuk itu, dirinya berharap pemerintah berkomitmen penuh untuk mengembalikan puskesmas pada fitrahnya agar kualitas kesehatan masyarakat terus meningkat.
"Sekarang memang sudah seharusnya Puskesmas kembali ke fitrahnya, Puskesmas kampanye kesehatan. Kalau ada penolakan dari Puskesmas, ya sepertinya tidak bisa. Karena itu kan kebijakan pemerintah," pungkasnya.(OL-5)
DIREKTUR Utama BPJS Kesehatan periode 2026-2031, Mayjen TNI (Purn) dr. Prihati Pujowaskito, Sp.JP(K), FIHA, MMRS kini memimpin salah satu lembaga dengan kelolaan dana terbesar di Indonesia.
TONGKAT estafet kepemimpinan BPJS Kesehatan resmi berpindah.
MAYJEN TNI (Purn) dr. Prihati Pujowaskito resmi dilantik sebagai Direktur Utama (Dirut) BPJS Kesehatan periode 2026-2031.
MAYJEN TNI (Purn) Prihati Pujowaskito resmi menjabat Direktur Utama BPJS Kesehatan. Anggota Komisi IX DPR RI Arzeti Bilbina, berharap direktur yang baru berani membenahi pelayanan kesehatan
MAYJEN TNI (Purn) Prihati Pujowaskito secara resmi telah ditunjuk sebagai Direktur Utama BPJS Kesehatan oleh Presiden Prabowo Subianto. Berikut Profil pimpinan BPJS Kesehatan yang baru.
PRESIDEN Prabowo Subianto resmi menetapkan jajaran Dewan Pengawas dan Direksi baru BPJS Kesehatan untuk masa jabatan 2026–203, ini daftarnya.
Pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu di provinsi kepulauan
KEMENTERIAN Kesehatan memasuki tahap lanjutan penanganan bencana Aceh Sumatra dengan fokus pada pemulihan layanan kesehatan primer melalui puskesmas di wilayah terdampak.
"Puskesmas itu berada di 18 dari 23 kabupaten/kota yang terdampak bencana. Sudah bisa melayani kesehatan masyarakat,"
Pembangunan dan pengoperasian puskesmas ini merupakan perwujudan kehadiran pemerintah dalam menjamin layanan kesehatan yang lebih dekat dan mudah diakses warga.
BAYANGKAN di suatu pagi di sebuah puskesmas, antrean sudah mengular sejak matahari belum tinggi.
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mencatat saat ini ada 10.300 puskesmas di Indonesia, jumlah tersebut termasuk 2.652 yang kategori puskesmas terpencil dan sangat terpencil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved