Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERHATI pendidikan, Indra Charismiadji, mengatakan, siswa Indonesia baru sekadar bisa membaca tetapi masih kesulitan dalam memahami apa arti dari bacaan yang dibacanya tersebut.
"Hasil dari penilaian yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yakni 'Indonesian National Assesment Programme', hanya 6,06% siswa di Tanah Air yang memiliki kemampuan membaca yang baik. Sisanya yakni 47,11% cukup dan 46,83% lagi memiliki kemampuan membaca yang kurang," ujar Indra di Jakarta, Selasa (3/9).
Kemampuan baca yang baik tersebut didapat dari hasil latihan dalam jangka waktu yang lama. Misalnya saat TK, tidak diajarkan membaca, menulis dan berhitung (calistung), melainkan lebih banyak mendengarkan cerita. Kemudian saat SD mulai membaca secara bertahap.
Menurut dia, minat baca siswa masih rendah terbukti dari sulitnya siswa memahami bacaan. Siswa kesulitan dalam memahami soal-soal cerita. Oleh karena itu, dia meminta agar informasi yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Baca juga: Kantor Pos Era Persia Kuno Ditemukan
"Berdasarkan data dari Central Connecticut State University, kemampuan literasi siswa kita peringkat 60 dari 61 negara, sedangkan untuk proyek literasi peringkat 15 dari 61 negara," tambah dia.
Meski banyak terdapat sarana prasarana yang disediakan untuk siswa dan masyarakat, bukan serta-merta minat baca menjadi meningkat. Begitu juga kompetensi dibidang literasi yang juga masih kurang.
Pegiat pendidikan lainnya, Ahmad Rizali, meminta agar sekolah menanamkan kebiasaan membaca pada siswa. Program Kemendikbud yakni 15 menit membaca sebelum belajar, juga dinilai efektif dalam meningkatkan minat baca.
"Pemerintah sebaiknya fokus pada peningkatan minat baca untuk siswa SD, karena merupakan landasan bagi pendidikan selanjutnya. Perlu dipikirkan apa program lainnya untuk meningkatkan minat baca siswa ini," harap Ahmad Rizali. (OL-1)
Kenaikan kelas dan kelulusan seringkali hanya menjadi formalitas administratif demi mengejar target persentase kelulusan 100%. Masih ditemukannya siswa yang belum bisa membaca dan menulis.
Kemampuan motorik berhubungan erat dengan pencapaian akademik, khususnya dalam berhitung dan membaca.
Menumbuhkan Minat Baca Sejak Dini Anak-Anak Bantaran Sungai Ciliwung Bersama Pegiat Biruni
Membaca pada dasarnya adalah sebuah latihan bagi otak.
Acara yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba ini mengusung tema "Membaca, Berdaya dan Sejahtera dengan Literasi".
Melalui Program Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi Indonesia, sebanyak 716 judul buku cerita anak telah diproduksi dan dipilih secara ketat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved