Rabu 14 Agustus 2019, 20:10 WIB

20% Orang Indonesia Alami Kelainan Kaki Datar

Dhika Kusuma Winata | Humaniora
20% Orang Indonesia Alami Kelainan Kaki Datar

Istockphoto/KVLADIMIRV
Kelainan kaki datar

 

KONDISI kelainan kaki datar atau kaki bebek (pes planus) masih kerap disepelekan. Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Syarief Hasan Lutfie mengatakan ada sekitar 20% orang Indonesia mengalami kaki datar. Dalam jangka panjang kelainan kaki datar berdampak menurunnya produktivitas karena tubuh cepat merasa kelelahan.

"Kaki datar memengaruhi kemampuan kaki untuk berjalan terutama dalam menapak yang menyebabkan kontraksi otot-otot tungkai akan bertambah. Tulang belakang, paha, hingga ke betis akan terpengaruh juga sehingga cepat mengalami capek otot atau fatigue," kata Lutfie dalam diskusi media di Restoran Plataran, Jakarta, Rabu (14/8).

Baca juga: Pelaku Karhutla akan Ditembak di Tempat di Musi Banyuasin

Penelitian doktoralnya beberapa tahun lalu mengungkapkan prevalensi orang Indonesia mengidap kaki datar sekitar 20%. Salah satu faktor utama penyebab kaki datar ialah pengaruh penggunaan alas kaki. Pasalnya, di Indonesia jarang alas kaki yang memiliki lapisan insole. Lapisan tersebut menyangga lekuk telapak kaki dan menopang kaki untuk berjalan dengan benar. Adapun faktor risiko lainnya antara lain obesitas, degeneratif karena pertambahan usia, dan diabetes.

"Berjalan dengan kondisi tidak benar dalam jangka panjang menyebabkan bentuk kaki yang tidak normal. Hal itu akan memengaruhi vaskularisasi jantung ke seluruh tubuh dan membuat orang cepat lelah. Risikonya bisa menimbulkan penyakit jantung rematik," terangnya.

Risiko mengalami kaki datar, imbuh Syarief, juga ia temukan pada kebanyakan jemaah haji Indonesia. Kebanyakan jemaah menggunakan alas kaki tanpa insole yang menyebabkan mereka juga mengalami cepat kelelahan.

Kebanyakan jemaah, imbuhnya, hanya mementingkan motivasi dan kesanggupan fisik secara awam. Hal itu dinilai tidak cukup. Jemaah perlu memerhatikan kesiapan fisik yang berhubungan dengan kaki.

"Padahal kaki itu bagian utama untuk berjalan, dan itu bagian dari ibadah. Jika diabaikan permasalahan kaki ini, maka jemaah akan mengalami kelelahan hingga kehabisan energi," jelas Syarief yang juga Direktur Utama PT RS Haji Jakarta itu.

Baca juga: Ratusan Personel masih Berusaha Padamkan Api di Gunung Sumbing

Ia menyarankan, agar kelelahan diatasi dengan latihan sebelum menunaikan haji. Paling tidak calon jemaah perlu melatih diri berjalan kaki jarak jauh selama dua bulan sebelum berangkat ke Tanah Suci.

"Persoalan preventif lebih penting diperhatikan para jemaah haji," pungkasnya. (OL-6)

Baca Juga

MI/Agus Mulyawan

Nadiem : Pemda Segera Sanksi Pelaku Intoleransi SMKN 2 Padang

👤Faustinus Nua 🕔Minggu 24 Januari 2021, 16:18 WIB
Nadiem Makarim meminta Pemerintah Daerah Sumatera Barat dan Kota Padang untuk segera menindaklajuti kasus intoleransi di SMKN 2...
Ilustrasi

BMKG: Suara Dentuman di Bali Terekam oleh Sensor Gempa

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 24 Januari 2021, 16:12 WIB
Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya anomali sinyal seismik yang tercacat pada sensor seismik Singaraja (SRBI) pada pukul 10.27 WITA....
CDC

Banyak Dipalsukan, Ini Cara Bedakan Lianhua Resmi dan Ilegal

👤Zubaedah Hanum 🕔Minggu 24 Januari 2021, 15:05 WIB
Produk Lianhua mengandung 13 herbal, dipasarkan di Tiongkok sejak wabah SARS pada 2003...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya