Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM peneliti dari Universitas Duke, Amerika Serikat, dan Universitas Nasional Piura, Peru, menemukan sisa-sisa fosil monyet terkecil di dunia yang telah berusia 18 juta tahun di Hutan Amazon. Fosil berupa gigi yang diidentifikasi milik spesies baru monyet kecil mirip seekor hamster. Tim peneliti menjuluki hewan tersebut Parvimico materdei (monyet kecil dari Sungai Mother of God).
Menurut mereka, penemuan spesimen itu penting karena membantu menjembatani kesenjangan 15 juta tahun dalam catatan fosil monyet dunia yang baru. Fosil baru itu digali dari tepi sungai terbuka di sepanjang Ro Alto Madre de Dios di Peru bagian tenggara. Di sana, para peneliti menggali bongkahan batu pasir dan kerikil. "Sejauh ini, itu merupakan fosil monyet terkecil yang pernah ditemukan di seluruh dunia," kata Profesor Richard Kay, pakar antropologi evolusi di Universitas Duke yang juga penulis penelitian yang diterbitkan di Journal of Human Evolution itu.
Kay telah meneliti paleontologi di Amerika Selatan selama hampir empat dekade. (Sciencedaily/*/X-7)
Tiga rahang, termasuk satu milik anak-anak, gigi, tulang belakang, dan tulang paha ditemukan di sebuah gua yang dikenal sebagai Grotte à Hominidés di Thomas Quarry di Casablanca, Maroko
Jurnal Nature, mengungkap temuan fosil manusia purba berusia sekitar 770 ribu tahun di Grotte à Hominidés, sebuah gua di wilayah barat daya Casablanca, Maroko.
Penemuan ini merupakan buah dari penantian panjang. Pada tahun 2009, para ilmuwan menemukan fosil kaki berusia 3,4 juta tahun dengan struktur jari yang dirancang untuk memanjat pohon.
Fosil legendaris Homo erectus atau yang dikenal luas sebagai Java Man kini telah resmi dipamerkan untuk publik di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.
Indonesia berhasil memulangkan lebih dari 28 ribu koleksi fosil yang sebelumnya dibawa keluar negeri pada masa awal penelitian arkeologi dilakukan.
Meski demikian, struktur pergelangan dan telapak tangannya masih mirip gorila, sehingga genggamannya kuat tetapi belum sepresisi manusia awal seperti Homo habilis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved