Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMANFAATAN energi baru dan terbarukan (EBT) menjadi agenda nasional untuk mewujudkan kehidupan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Agenda itu butuh partisipasi semua pihak.
Karena itu, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Pondok Pesantren (Ponpes) Walibarokah, Kediri, Jawa Timur. Tak tanggung-tanggung, PLTS yang dibangun berukuran 40 meter x 41 meter dan mampu menghasilkan energi listrik hingga 1 juta watt.
"Selama ini pondok pesantren masih tergantung kepada perusahaan listrik negara (PLN) dalam membantu penerangan di lingkungan pondok. Beban biaya yang ditanggung terus meningkat. Kami pun melakukan terobosan berupa pembangunan PLTS sendiri. Sebagai tahap awal dibangun di Ponpes Walibarokah, Kediri," kata Ketua DPP LDII, Prasetyo Sunaryo, melalui keterangan tertulis yang diterima, kemarin.
Menurutnya, Walibarokah merupakan ponpes pertama di Indonesia yang memiliki PLTS sebesar itu. Biaya pembelian panel surya premium grade asal Kanada beserta instalasinya mencapai Rp10,1 miliar. Dananya berasal dari gotong royong anggota LDII.
"Pendayagunaan EBT komparasinya bukan terhadap harga bahan bakar minyak (BBM) saat ini, tetapi terhadap pengandaian apabila terjadi kelangkaan energi BBM nantinya," tambah Prasetyo.
Pimpinan Ponpes Walibarokah KH Soenarto menuturkan, dengan PLTS itu pihaknya mensyukuri anugerah Allah berupa sinar matahari yang melimpah di Indonesia. "Untuk ke depannya ada pemikiran menjadikan ponpes ini untuk wisata religi dan edukasi teknologi PLTS sehingga menginspirasi masyarakat untuk berpartisipasi memakai EBT," katanya
Pakar PLTS yang juga aplikator PLTS di Ponpes Walibarokah, Horisworo, mengatakan, PLTS tersebut dibangun di atas gedung di kompleks ponpes yang berdasarkan analisis satelit memiliki intensitas sinar matahari tertinggi. (RO/H-2)
Sepanjang tahun 2025, NBRI mencatat sejumlah capaian strategis, antara lain penguatan kapasitas SDM nasional melalui program pelatihan, Battery School, dan industrial training.
KOMISI XII DPR meminta pemerintah memastikan bahwa rencana pembangunan 50 pembangkit listrik berbasis sampah tidak berujung mangkrak karena persoalan biaya.
Rancangan pembangunan jaringan interkoneksi antarpulau telah ditetapkan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034.
Pemerintah terus memperkuat arah kebijakan energi nasional dengan mempercepat pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT). Langkah ini untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
SURVEI ARCI menyatakan sebanyak 75,5 persen warga Jawa Timur menyatakan puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran di bidang energi.
UPAYA pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) di Indonesia, termasuk di Kalimantan Selatan (Kalsel), terhabat karena ketergantungan energi fosil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved