Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwonugroho menginformasikan hasil pantauan pihaknya terhadap situasi masyarakat di wilayah terdampak gempa di Sulawesi Tengah dengan skala 6,9 SR pada Jumat (12/4), pukul 18.40 WIB.
"Masyarakat yang mengungsi sebagian sudah pulang ke rumah. Pengungsian sempat teridentifikasi di Kabupaten Kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah hingga malam tadi," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui siaran pers BNPB yang diterima Media Indonesia, Sabtu (13/4).
Menurut Sutopo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah, melaporkan pada Sabtu (13/4) pukul 06.00 WIB terdapat 1.300 KK penyintas yang tersebar di 4 titik, yaitu halaman kantor bupati, masjid An-Nur komplek perkantoran, Gedung DPRD dan kantor polres, telah kembali ke rumah mereka.
"Penyintas pulang ke rumahnya secara mandiri dan sebagian diantar oleh BPBD," kata dia.
Kondisi masyarakat di Kota Palu, Luwu, Banggai, Kepulauan Banggai sudah kondusif. Meski demikian, masih ada beberapa warga di Kabupaten Banggai dan Kepulauan Banggai yang bertahan di pegunungan karena takut. Namun, sebagian besar warga yang awalnya mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing.
"Meskipun BMKG sudah menyatakan pengakhiran peringatan dini tsunami sejak semalam. Namun tidak seketika warga mau kembali ke rumahnya. Mereka tetap memilih mengungsi di bukit-bukit atau di daerah tinggi," terang Sutopo.
Baca juga: Warga Luwuk Mengungsi ke Perbukitan setelah Gempa
Ia menjelaskan arti dari peringatan dini tsunami diakhiri, pemerintah daerah dapat mengarahkan warga untuk dapat kembali ke rumahnya masing-masing karena kondisi aman dari tsunami.
Namun, imbuhnya, tidak mudah meyakinkan masyarakat, apalagi jeda waktu antara peringatan dini evakusi dan diakhiri, begitu singkat.
Menurut BMKG, gempa bumi dengan magnitudo 6,9 yang kemudian dimutakhirkan menjadi 6,8 ini mengguncang wilayah Kabupaten Morowali, Morowali Utara dan Kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah. Gempa tersebut memiliki episenter pada koordinat 1,89 LS dan 122,57 BT, tepatnya di Teluk Tolo, pada jarak 82 kilometer arah barat daya Kepulauan Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah, dengan kedalaman 17 kilometer.
BMKG menyampaikan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa ini merupakan jenis dangkal akibat aktivitas sesar aktif. BMKG menduga struktur sesar yang menjadi pembangkit gempa ini ialah Sesar Peleng yang jalurnya berarah barat daya-timut laut di Pulau Peleng dan menerus ke Teluk Tolo.(OL-5)
Latihan kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi digelar SMPN 1 Lembang bekerja sama dengan Relawan Penanggulangan Bencana Lembang (RPBL).
Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang wilayah Ambon dan sekitarnya di Provinsi Maluku pada Sabtu.
BMKG menjelaskan bahwa gempa bumi tektonik M6,4 (update) yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Taluad, Sulut merupakan akibat dari deformasi batuan Lempeng Maluku
GEMPA bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,1 terjadi di Melonguane, Sulawesi Utara (Sulut).
Gempa dangkal magnitudo 4,5 mengguncang Kuta Selatan, Bali. BBMKG menyebut gempa dipicu sesar aktif dasar laut dan tidak berpotensi tsunami.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved