Kamis 11 April 2019, 15:10 WIB

Survei Mastel: 61 Persen Masyarakat Sebut Hoaks Sangat Mengganggu

Dhika Kusuma Winata | Humaniora
Survei Mastel: 61 Persen Masyarakat Sebut Hoaks Sangat Mengganggu

Ilustrasi
Hoaks

 

MASYARAKAT Telematika Indonesia (Mastel) kembali melakukan survei mengenai berita hoaks untuk melihat perkembangan persepsi masyarakat atas penyebaran kabar bohong dan dampaknya terhadap kehidupan berbangsa.

Dari hasil survei, sekitar 61,5% responden berpendapat hoaks sangat mengganggu. Jumlah itu meningkat meningkat dari 43,5% pada survei serupa yang dilakukan Mastel periode 2017.

Survei yang dirilis 10 April 2019 itu juga mengungkapkan responden yang berpendapat hoaks sangat mengganggu kerukunan masyarakat sebanyak 81,9% pada 2019, meningkat dari 75,9% pada 2017. Kemudian, yang berpendapat hoaks sangat menghambat pembangunan, meningkat dari 70,2% menjadi 76,4% di tahun 2019.

Sementara itu, terdapat 54,3% responden berpendapat maraknya penyebaran hoaks karena digunakan sebagai alat untuk menggiring opini publik termasuk kampanye hitam. Sebanyak 5,8% responden juga berpendapat ada yang memanfaatkan hoaks untuk kepentingan bisnis.

Survei tersebut dilakukan secara daring dalam kurun waktu 28 Februari-15 Maret 2019 dengan jumlah 941 responden. Rentang usia responden yakni usia 20-24 tahun (27,8%), 25-40 tahun (35,8%), 41-55 tahun (25%), di atas 55 tahun (4,90%), 16-19 tahun (6,1%) dan di bawah 15 tahun (0,30%).

Baca juga: Mastel: Masyarakat Percaya Hoaks Dibuat Dengan Sengaja

Dari beberapa pertanyaan yang diajukan pada survei tersebut juga didapatkan respons seputar definisi hoaks, perilaku masyarakat menyikapinya, bentuk dan saluran hoaks, dampak dan penanggulangan hoaks.

Sebanyak 88% responden menjawab hoaks adalah berita bohong yang disengaja, 49% berpendapat hoaks adalah berita yang menghasut, 61% berpendapat hoaks adalah berita yang tidak akurat, 31% berpendapat hoaks sebagai berita yang menjelekkan orang lain.

Hasil itu dapat dimaknai bahwa masyarakat memiliki kepekaan tinggi terhadap berita-berita yang menjelekkan orang lain. Sementara itu, para responden mengaku lebih banyak menerima kabar bohong seputar politik. Sebanyak 93,2% responden berpendapat berita seputar sosial politik adalah isi berita hoaks yang sering mereka terima.(OL-5)

Baca Juga

Antara

Indonesia Butuh 4 Juta Wirausaha Baru, Kemendikbud : Harus yang Berkarakter

👤Faustinus Nua 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 18:45 WIB
INDONESIA masih membutuhkan sekitar 4 juta wirausaha baru untuk menjadi negara yang kuat melalui tercapainya pertumbuhan ekonomi yang...
The AUP Indonesian Chorale

The AUP Indonesian Chorale Serahkan Bantuan 25 Kursi Roda Adaptif

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 18:25 WIB
 The AUP Indonesian Chorale menyerahkan bantuan berupa 25 kursi roda adaptif bagi penyandang disabilitas di DKI Jakarta, Minggu...
AFP

BMKG: Fenomena Cuaca Gelombang Panas tak Terjadi di Indonesia

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 18:15 WIB
gelombang panas atau dikenal dengan "Heatwave" merupakan fenomena cuaca dimana suhu udara panas terjadi lebih tinggi 5...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pemerintah Afghanistan Hadapi Krisis Eksistensial

 Laporan SIGAR menggarisbawahi kekhawatiran pasukan Afghanistan tidak siap untuk melakukan pertahanan yang berarti

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya