Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
STEREOTIP atas pembedaan gender berdasarkan pekerjaan masih banyak ditemui di masyarakat luas. Pandangan bias gender yang telah mendarah daging tentang perempuan yang menjadi masyarakat kelas dua tentu menciptakan batasan tersendiri bagi kaum perempuan. Namun begitu, dalam perkembangan Industri 4.0, perempuan harus memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk berkembang.
Schneider Electric, salah satu perusahaan yang berfokus pada sektor industri mengaku terinspirasi oleh Presiden Joko Widodo untuk menciptakan kesetaraan gender dalam lingkungan kerja mereka
Baca juga: Pascapenandatanganan IA-CEPA, Kerja Keras Harus Terus Dilakukan
"Kita sejalan dengan Presiden Joko Widodo. Kita punya komitmen yang sama seprerti Jokowi untuk meningkatkan kesetaraan gender dalam lingkungan kerja," kata Human Resources Director Schneider Electric Indonesia, Indah Prihardini di Lewis And Caroll Tea, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (5/3).
Pihaknya mendukung penuh upaya Jokowi dalam mengimplikasikan kesetaraan gender dalam tubuh pemerintahan Indonesia. Dari kampanye 'He for She Indonesia' yang didukung Jokowi untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesetaraan gender, pihaknya juga memiliki ambisi untuk menghapus bias gender dalam lingkungan kerja.
"Ambisi kami adalah menjadi salah satu perusahaan yang paling beragam dan sangat mendukung kesetaraan gender dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi siapapun," kata Chief Human Resources Officer Schneider Electric, Oliver Blum.
Sebagai sebuah perusahaan yang berfokus pada sektor industri yang dianggap maskulin, pihaknya membuat sejumlah peraturan yang membentuk kultur setara di dalam perusahaan. Dalam Schneider Electric sendiri saat ini 47%nya terdiri dari karyawan perempuan dari mulanya hanya 10% pada 3 tahun lalu. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved