Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
MITIGASI bencana bagi kalangan pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan keniscayaan. Pasalnya, mereka merupakan investasi masa depan cikal bakal generasi bangsa mendatang yang mesti tanggap dalam berbagai situasi dan keadaan.
"Apa pun yang disampaikan kepada anak-anak usia PAUD akan bertahan lama hingga mereka dewasa. Maka, pembekalan mitigasi bencana ini diharapkan menjadikan mereka dapat tanggap dan tangguh jika kelak menghhadapi bencana.Mengingat Indonesia merupakan daerah cincin api atau ring of fire rawan bencana," kata Direktur Yayasan Rumah Komunitas Kreatif (YRKK), Ella Yulaelawati, kepada wartawan usai memberikan pelatihan mitigasi bencana bagi 26 siswa TK Al Amin di YRKK, Pondok Gede, Jakarta Timur, Minggu (27/1).
Dia menegaskan, informasi kebencanaan merupakan hal genting dan penting karena Indonesia berada di kawasan rawan bencana tersebut. Lebih dari itu, guna mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), keberadaan anak usia dini amat penting dan strategis.
"Mereka ini generasi Alpa yang amat terpapar digital yang serbainstan, begitu pun orangtua mereka mesti melek digital maka mereka harus sadar dan membelalakkan mata terhadap potensi bencana yang ada di depan mata," tegasnya.
Menurut Ella, untuk menggerakkan kesadaran mitigasi kebencanaan, maka kepala sekolah, Komite Sekolah, dan guru-guru harus terlibat bersama-sama masyarakat sekitar.
Baca juga: Pembentukan Budaya Siaga Bencana Harus Digencarkan
Ia menambahkan pembekalan mitigasi bencana yang diiberikan kepada anak-anak PAUD tersebut berupa pemodelan dengan alat peraga tentang bahaya banjir, gunung meletus, dan tsunami.
"Mereka juga dipandu membuat pemodelan perlindungan garis pantai dengan batu karang, pagar, mangrove, dan pohon untuk menahan tsunami," jelasnya.
Lebih lanjut Ella, yang pernah menjabat Direktur PAUD Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini, berpendapat, pembekalan mitigasi bencana tidak mesti menjadi mata pelajaran tersendiri tetapi dapat diintegrasikan dengan mata pelajaran lain seperti geografi dan lingkungan.
Dikatakan, Direktorat PAUD Kemendikbud pernah menjalin kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyusun modul pembelajaran lingkungan terkait dengan kebencanaan.
Sementara Kepala TK Al Amin Jakarta Timur, Rohaya, mengutarakan, pelatihan atau simulasi mitigasi bencana di YRKK sangat bermanfaat bagi anak didik dan orangtua yang turut mendampingi kegiatan tersebut.
"Anak-anak kami mendapat atmosfer baru dengan lingkungan positif dalam mengenali dan memahami mitigasi bencana di YRKK ini. Dengan fasilitas memadai di sini ada bengkel klinik sains, ada tempat outing, dan tempat latihan permodelan bencana," kata Rohaya.
Menurutnya, simulasi dan permodelan mitigasi bencana yang diperagakan berlangsung interaktif. Anak-anak juga dilibatkan memperagakan. Terutama diberi pemahaman dalam mencari tempat aman ketika terjadi bencana, menghindari gunung meletus, antisipasi banjir, serta menghindari laut jika terjadi tsunami dan lain-lain. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved