Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
INSPEKTUR Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Ilyas Asaad mengatakan perlu adanya tanggul melintang untuk mencegah melubernya tailing PT Freeport Indonesia.
"Saat ini PT Freeport Indonesia telah membuat tanggul di sisi barat dan timur sepanjang 54 kilometer dan 52 kilometer, nah ditengah-tengah kedua tanggul itu ingin dibuat tanggul melintang," kata Ilyas.
Kajian mengenai tanggul melintang tersebut dibuat oleh PT Freeport Indonesia sesuai dengan kerangka acuan yang dibuat oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Menurut Ilyas, kajian tersebut diharapkan dapat selesai dalam waktu delapan bulan. Untuk mencegah terjadinya penumpukan tailing tersebut, maka KLHK juga mendorong pemanfaatan dari tailing tersebut.
Baca Juga: KLHK: Tidak Ada Pencabutan Permen Limbah Milik Freeport Indonesia
Kajian pemanfaatan itu akan disesuaikan dengan pengembangan wilayah di Papua.
"Jadi tailing ini dapat digunakan sebagai material dasar untuk pembuatan jalan dan juga dapat dibuat menjadi batako," ungkapnya.
Dengan kajian ekosistem dan penanganan limbah tambang yang tepat, tailing tersebut dapat digunakan untuk kemaslahatan masyarakat Papua.
"Kan di sana susah mencari batu untuk membangun jalan, jadi mungkin bisa menggunakan tailing ini," imbuhnya.
Selain itu, dia mengatakan tailing tersebut dapat juga dimanfaatkan masyarakat untuk membuat batako.
"Masyarakat dapat membuat batako dari situ tentunya dengan difasilitasi oleh pemerintah," pungkasnya
Saat ini PT Freeport menghasilkan sekitar 160 ribu ton tailing per hari, menurut Ilyas, sudah ada pihak ketiga yang ingin memanfaatkan 20 ribu ton per hari tailing tersebut.(OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved