Dalam rangka menyambut Dies Natalis Usakti yang sudah menginjak usia ke 50 Tahun, seluruh civitas Akademika Usakti menggelar rangkaian kegiatan Dies Natalis. Setelah sukses menggelar gebyar budaya yang berlangsung di Carfreeday Bundaharan Hotel Indonesia, Minggu (29/11) yang berhasil menarik perhatian lebih dari 2.500 orang, kini Usakti mengadakan Sidang Terbuka sekaligus orasi Ilmiah yang bertajuk Ketahanan Energi Nasional dengan menghadirkan Safri Burhanudin selaku Deputi Bidang Koordinasi SDM, Iptek, Dan Budaya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Republik Indonesia yang diadakan di Gedung D, Kampus Trisakti, Grogol, Jakarta Barat, Senin (30/11).
Sidang dan orasi ilmiah tersebut menjadi perhatian yang sangat penting pada dies natalis kali ini. Hal tersebut merupakan bentuk kepedulian serta dukungan dari civitas akademika Universitas Trisakti demi mewujudkan Indonesia yang mandiri di bidang energi.
Dekan Fakultas Teknologi Kebumian Dan Energi (FTKE) Usakti Sugiatmo Kasmungin mengungkapkan bahwa yang harus dilakukan dalam menjaga ketahanan energi nasional adalah dengan cara terus membangun energi khususnya energi baru dan terbarukan. “Banyak sekali Energi baru dan terbarukan yang belum terpakai, seperti angin, matahari, panas bumi, air, dan biomasa†ujar Sugiatmo.
Saat ini, dirinya dengan beberapa dosen serta mahasiswa binaannya tengah melakukan penelitian dan mengembangkan energi surfaktan dari ampas tebu dan biomasa yang merupakan energi yang dihasilkan dari kotoran sapi. “Kita ada program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diterapkan di beberapa desa dengan memberikan dua ekor sapi serta membuat pengolahan kotoran sapi tersebut supaya dapat menjadi energi,†tambah Sugiatmo.
Selain itu, Usakti juga melakukan berbagai macam penelitian. Baik yang dilakukan oleh mahasiswa maupun dosen untuk menemukan energi baru dan terbarukan. Setelah itu kemudian energi tersebut juga di uji cobakan terhadap kendaraan yang diciptakan oleh dosen dan mahasiswa Fakultas FTKE Universitas Trisakti yang disebut dengan mobil Eco Car, yaitu mobil ramah lingkungan dengan berbahan bakar gas dan uniknya lagi mobil mungil tersebut kerangkanya terbuat dari kayu.
Dalam kesempatan yang sama, Ratnayu Sitaresmi selaku Ketua Pelaksana 1 Dies Natalis Usakti mengungkapkan tujuan dari diadakannya orasi ilmiah tersebut, adalah bentuk nyata dalam mewujudkan ketahanan energi nasional dan mendukung pemerintah untuk beralih ke energi terbarukan dan tepat guna. “Energi yang tepat guna itu akan lebih hemat, mudah, efisien dan efektifâ€. Ungkap Ayu.
Selain itu, ia juga mengharapkan dengan adanya tindakan dari pemerintah untuk beralih ke energi terbarukan, akan menjadi daya tarik bagi mahasiswa didiknya untuk fokus melakukan penelitian. “Ada tantangan untuk mahasiswa supaya menciptakan sesuatu yang tepat guna," jelas Ayu. (R-1)