UNI Eropa untuk pertama kalinya membuka Pameran Pendidikan Tinggi Eropa di Bali atau lebih tepatnya di Universitas Udayana Bali.
Pameran tersebut dibuka oleh Rektor Universitas Udayana Bali Prof Ketut Suastika di Kampus Universitas Udayana Bali Jl Sudirman Denpasar pada 5 November 2015. Sementara dari Uni Eropa, beberapa delegasi hadir dalam Pameran Pendidikan Tinggi Eropa (EHEF/ European Higher Education Fair) Bali itu.
Dalam keterangannya, Ketut Suastika menjelaskan EHEF yang diselenggarakan untuk pertama kalinya di Bali ini menampilkan 48 institusi pendidikan tinggi dari 14 negara Eropa.
EHEF Bali merupakan rangkaian terakhir dari tiga pameran pendidikan tinggi yang dipersembahkan Uni Eropa tahun ini di Indonesia. EHEF Jakarta, yang merupakan ketujuh kalinya di Indonesia, telah berlangsung pada tanggal 31 Oktober dan 1 November 2015. Kemudian disusul dengan EHEF Yogyakarta pada tanggal 3 November 2015 dan merupakan yang pertama kalinya di kota tersebut.
EHEF diselenggarakan menanggapi suksesnya pameran EHEF sebelumnya dan semakin tingginya minat mahasiswa Indonesia yang ingin meneruskan kuliahnya di Eropa. Pada akhir tahun 2014, jumlah mahasiswa Indonesia yang berangkat untuk studi ke Eropa mencapai 5.800 yaitu tiga kali lipat dari tahun 2011 atau meningkat lebih dari 30% dibandingkan dengan tahun 2013. Secara keseluruhan, lebih dari 9.000 mahasiswa Indonesia saat ini belajar di Eropa.
Minister Counsellor/Kepala Bagian Kerja Sama dari Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Franck Viault, menyatakan bagi para mahasiswa, menempuh pendidikan di luar negeri bukan hanya sekedar mendapatkan ijazah, tetapi juga merupakan pengalaman sekali seumur hidup.
"Belajar di luar negeri dapat membuat mahasiswa menjadi lebih dewasa, memperluas wawasan, mempelajari bahasa asing, budaya, tradisi yang baru dan menjalin persahabatan dengan teman dari seluruh dunia. Hal semacam ini terjadi di Eropa. Pendidikan merupakan salah satu cara yang efektif untuk mempererat hubungan dan meningkatkan saling pengertian antarbangsa," ujarnya.
Uni Eropa dan negara anggotanya memberikan 1.600 beasiswa setiap tahun. Selain kerja sama di bidang pendidikan tinggi, Uni Eropa juga mendukung Pemerintah Indonesia dalam melaksanakan reformasi kebijakan dan strategi pendidikan melalui berbagai program kerja sama bilateral.
EHEF 2015 merupakan ajang yang sangat baik bagi para calon mahasiswa Indonesia untuk bertemu dengan perwakilan dari universitas Eropa, berdiskusi dan terinspirasi dengan program studi dan kehidupan kampus, serta mendapatkan informasi tentang lembaga pendidikan tinggi.
Selama acara berlangsung, juga akan diadakan acara presentasi oleh para peserta pameran. (Q-1)