APTISI dan BSI Kembangkan Pendidikan Jarak Jauh Berbasis E-Learning
RO
05/11/2015 00:00
(Dok. APTISI)
ASOSIASI Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) bekerja sama dengan Bina Sarana Informatika (BSI) menyelenggarakan Pelatihan & Implementasi PJJ APTISI di Jakarta, 3-4 November 2015. Kegiatan ini digelar dalam rangka mencanangkan dan mengembangkan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) berbasis E-Learning.
Sebanyak 40 peserta yang teridiri dari para rektor dan perwakilan dari perguruan tinggi swasta Se-Indonesia hadir dalam acara yang digelar di Hotel Century Park ini.
Diawali dengan sambutan dari Edy Suwandi Hamid selaku ketua APTISI, acara ini dihadiri sejumlah pemberi materi, yaitu Prof Ir Zainal Arifin Hasibuan selaku Ketua Umum APTIKOM (Asosiasi Perguruan Tinggi Ilmu Komputer) Pusat yang juga Ketua BSNP (Badan Sertifikasi Nasional Pendidikan) yang memberikan materi mengenai "Standar Nasional Untuk Pembelajaran Jarak Jauh". Selain itu, hadir pula pakar telematika Prof R Eko Indrajit yang memberikan materi mengenai "Pendidikan Jarak Jauh (PJJ)" .
Menurut Edy, Indonesia memang berupaya untuk meningkatkan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenyam pendidikan tinggi. Tentunya hal tersebut dapat terbantu dengan adanya PJJ yang telah banyak dikembangkan dan diterapkan di negara maju.
Edy mengingatkan bahwa standar kualitas PJJ tetap harus sama dengan sistem pendidikan tatap muka atau yang konvensional. Tidak boleh dengan PJJ lantas menggampangkan, dan menganggap lebih mudah memperoleh ijazah. "Kalau asumsinya asal lulus, maka itu menyimpang dari filosopi pembukaan PJJ," kata Edy.
Sementara itu, pakar telematika Prof Richardus Eko Indrajit mengatakan, pelaksanaan PJJ akan didukung oleh perangkat teknologi informasi sehingga hambatan keterbatasan tenaga dosen dan sarana prasarana dapat diatasi.
"Pelaksanaan PJJ menuntut mahasiswa menjadi mandiri untuk melakukan pendalaman atas apa yang dipelajari. Kesadaran diri sendiri menjadi sesuatu yang sangat penting agar bisa berhasil baik dalam mengikuti PJJ. Sebab PJJ dapat diselenggarakan melalui modus tunggal, ganda, dan konsorsium. Modus tunggal apabila diselenggarakan pada semua matakuliah atau prodi; ganda apabila kombinasi tatap muka dan PJJ, dan modus konsorsium diselenggarakan melalui jejaring dengan lingkup satu PT ataupun antar PT nasional dan internasional," tutur Eko.
Para peserta juga dibimbing secara intensif oleh Eko dan tim tutor mengenai penggunaan software Arculite sebagai salah satu contoh sarana PJJ. Materi tersebut termasuk kedalam Workshop Pengelolaan LMS berbasis Moodle (Pengelolaan Bahan Ajar/Materi Ajar, soal evalusi, referensi & video tutorial).
"Salah satu universitas yang didesain dari PJJ adalah Universitas Terbuka. Sementara itu untuk perguruan tinggi yang memiliki akreditasi B diberikan perizinan untuk melakukan PJJ untuk mata kuliah tertentu", ujar Paristiyanti Nurwatdani selaku Direktur Pembelajaran Kemristek Dikti.(RO/Q-2)