Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Dirjen Guru: Masuki MEA, Guru Kita Harus Kompetitif

Syarief Oebaidillah
05/11/2015 00:00
Dirjen Guru: Masuki MEA, Guru Kita Harus Kompetitif
( FOTO ANTARA/Herka Yanis Pangaribowo)
Uji Kompetensi Guru (UKG) segera digelar pada tanggal 9-27 November 2015. Diperkirakan sebanyak 2,6 juta guru akan mengikuti uji tersebut.
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menyiapkan segala sesuatunya agar UKG berjalan baik diantaranya penyiapan dan penelaahan soal UKG yang terukur dan kredibel,dengan melibatkan pakar yang ahli pada bidangnya.

Selain itu dilakukan sejumlah langkah terobosan atau kebaruan pada UKG kali ini diharapkan dapat lebih meningkatkan kualitas guru diantaranya dengan upaya pembinaan berupa pendidikan dan latihan (diklat) bagi guru pasca UKG .Lebih dari itu,memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang sudah di depan mata,para guru diharapkan punya kemampuan kompetitif.

Berikut ini cuplikan petikan wawancara wartawan Media Indonesia Syarief Oebaidillah, seputar persiapan UKG dengan Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Sumarna Surapranata di kantor Kemendikbud, Jakarta.

Bagaimana persiapan UKG yang sebentar lagi digelar?

Secara umum persiapan UKG sudah siap dan final 100 persen.

Sekitar 2.611.095 guru telah diverifikasi terdaftar mengikuti UKG.Sedangkan 323.718 orang yg tidak diverifikasi dari data pokok pendidikan (dapodik) merupakan guru agama yang akan ikuti UKG tahun depan serta tenaga kependidikan yang bukan guru.

Saat ini sudah ada 4.032 Tempat Uji Kompetensi (TUK) online dan 184 TUK offline di seluruh kabupaten dan kota.Para guru akan menjalani uji kompetensi sesuai mata pelajaran dan jenjang pendidikan tempat mengajarnya.

UKG akan mengukur dua dari empat kompetensi guru yakni profesional dan pedagogis.Sedangkan kompetensi sosial dan kepribadian akan diukur melalui Penilaian Kinerja Guru (PKG) saat guru mengajar dan aktivitas lainnya di sekolah.

Menyinggung masih adanya kekhawatiran guru terhadap pelaksanaan UKG ?

Sekali lagi saya tegaskan UKG tidak akan mempengaruhi tunjangan profesi dan kelulusan. UKG sebagai alat pemetaan atau potret dan alat mengukur potensi guru kita.

Selain itu UKG merupakan amanat Undang Undang Guru dan Dosen yang harus dilaksanakan. hasil UKG pun tidak akan kami publikasikan ke publik. Kami selektif dan mengacu pada peraturan Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Saya juga melihat ada dua bentuk kekhawatiran orang tentang soal-soal yang digunakan.Karena ada yang mengatakan, saya ini lulusan luar negeri atau lulusan perguruan tinggi hebat sudah mengajar sekian tahun namun memunyai skor rendah. Nah ini ada dua kemungkinan, pertama tidak dapat mengikuti tes dengan baik, kedua karena soalnya tidak benar. Dalam pengembangan soal harus ada jaminan bahwa soal itu dibuat secara kredibel.

Pada UKG ini bagaimana tim Anda menyiapkan soal yang kredibel mengingat UKG telah digelar sejak 2012?

Nah, untuk soal yang valid dan kredibel harus mengacu pada standar kompetensi tertentu, ini dikeluarkan pada tahun 2007 melalui Permendiknas disebut Standar Kompetensi Guru (SKG).

SKG ini untuk seseorang atau kelompok orang, sesuai tidaknya dengan SKG dijabarkan dalam Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK). IPK kita siapkan dalam 10 kelompok yang disebut tingkatan atau grade dan dituangkan dalam bentuk modul terdiri 10 modul.

Contohnya modul kelompok 1,modul kelompok 2 dan seterusnya. Tentu modul kelompok 1 harus lebih rendah dibandingkan modul kelompok 2 begitupun modul kelompok 10 harus lebih tinggi dari modul dibawahnya.Modul-modul ini kita buatkan soal semakin bagus soalnya yang kita kembangkan untuk IPK tersebut.

Untuk UKG tahun ini kita siapkan 60 sampai 100 hingga 200 soal. Terpenting adalah representasi dari jumlah soal itu, dan soal itu harus valid dan kredibel. Nah, untuk mencapai soal-soal yang bagus, kita siapkan sebuah mekanisme yang kita sebut pengembangan.

Saya katakan tadi SKG diturunkan didalam IPK. Indikatornya kita siapkan kisi-kisi.

Soal berapa banyak, bentuk soalnya seperti apa, mengukur IPK yang bagaimana dan sebagainya, nanti pada akhirnya masuk database. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya