Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Kongres Kesenian Indonesia (KKI) III Digelar di Bandung

Syarief Oebaidillah
03/11/2015 00:00
Kongres Kesenian Indonesia (KKI) III Digelar di Bandung
(Dok MI)
Kongres Kesenian Indonesia (KKI) ke III akan digelar di kota Bandung pada tanggal 1-5 Desember 2015.Acara yang diselengarakan Direktorat Kesenian Ditjen Kebudayaan Kemendikbud ini bersifat terbuka tidak hanya bagi kalangan seniman juga publik dan institusi pemerintahan. "Selain pelaku seni dari seluruh Indonesia, KKI III diikuti segenap pihak dan institusi yang terlibat langsung dengan dinamika kesenian dan berkesenian, seperti budayawan, kritikus, kurator, akademisi seni, komunitas seni, pengelola venue seni, hingga mereka yang berhubungan dengan berbagai kebijakan penyelenggara negara di bidang kesenian," papar Direktur Direktorat Kesenian,Ditjen Kebudayaan,Kemendikbud, Endang Caturwati pada konferensi pers di Kemendikbud,Jakarta,Selasa (3/11). Dikatakan setelah sempat 10 tahun vakum ,KKI III 2015 merupakan hasil mufakat pertemuan limapuluh seniman dan para aktivis kesenian seluruh Indonesia di andung, Jawa Barat, 10-12 Desember 2014.

Anggota Panitia Pengarah KKI III Arie Batubara mengatakan materi final KKI III 2015 beremakan "Kesenian dan Negara Dalam Arus Perubahan" dengan empat subtema yaitu Politik Kesenian dalam Perspektif Negara; Kesenian, Negara, dan Tantangan di Tingkat Global; Pendidikan Seni, Media, dan Kreativitas; dan Seni Dalam Pusaran Kompleksitas Kekinian.

Wakil Ketua Panitia Pengarah,M Abduh menyatakan tema tersebut dipilih didasarkan sejumlah pertimbangan faktual. Berbagai perubahan sangat dinamis kini tengah berlangsung dalam konteks kehidupan bernegara maupun kesenian. Juga kenyataan bahwa selama ini politik kesenian yang dijalankan pemerintah sebagai penyelenggara kekuasaan negara belum jelas. "Belum ada gambaran jelas dimana dan bagaimana posisi kesenian dalam nawacita pemerintahan kita.Karena itu kita berharap bapak Presiden Jokowi bisa hadir pada KKI ini," harap dia.

Guru Besar UI Edy Sedyawati yang juga inisiator Kongres Kesenian pada tahun 1995 menyatakan unsur terpenting dalam kesenian adalah daya cipta dan daya gerak.Ia mengingatkan pentingnya peranan kritikus seni. "Disamping kerja seni,kritik seni harus diperkuat dan perlu dihidupkan agar masyarakat semakin memahami esensi seni," pungkasnya.(Bay)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya