Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Perguruan Tinggi di Daerah bukan Berarti Kelas Dua

Puput Mutiara
03/11/2015 00:00
 Perguruan Tinggi di Daerah bukan Berarti Kelas Dua
()
Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Edy Suandi memotivasi pendidikan tinggi di daerah untuk terus meningkatkan mutu. Sehingga diharapkan mampu menciptakan lulusan yang berdaya saing tinggi.

“Jangan sekali-kali merasa inferior dan menerima saja stigma seolah sebagai perguruan tinggi kelas dua,” ujarnya melalui rilis yang diterima Media Indonesia, Selasa (3/11).

Menurut dia, dengan standar kelulusan yang sama mestinya tidak ada alasan lulusan perguruan tinggi di daerah untuk minder. Apalagi sampai merasa tersandera hanya bisa mengabdi di daerah.

Padahal, ungkap Edy, justru harus bisa melepaskan diri dari kungkungan seakan mereka hanya sebagai lulusan dari kampus pinggiran. Untuk itu, pengelola perguruan tinggi juga dituntut lebih progresif dan inovatif.

Lebih lanjut, perhatian pemerintah baik pusat maupun daerah juga masih sangat diperlukan demi meningkatkan kualitas lembaga pendidikan yang berada jauh di pusat kota. Diantaranya melalui pemberian beasiswa bagi mahasiswa maupun perguruan tinggi.

“Dengan cara ini bukan saja bisa menguatkan perguruan tinggi, namun juga mengurangi urbanisasi,” tukas dia.

Dengan demikian lulusan perguruan tinggi tersebut tidak harus hijrah ke kota besar untuk melanjutkan studi, tetapi bisa tetap di kampung halamannya. Meski tak dipungkiri, perguruan tinggi di luar Pulau Jawa tidak serta merta setara dengan perguruan tinggi di kota besar.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Majelis Pendidikan Tinggi dan Litbang PP Muhammadiyah itu mengingatkan agar pengelola pendidikan tinggi profesional dan menghindari konflik. Pasalnya persaingan antar perguruan tinggi semakin ketat, bahkan terbuka kompetisi dengan perguruan tinggi mancanegara.

“Regulasi kita sekarang memungkinkan untuk itu. Yang tidak konflik saja tidak mudah untuk bisa berkembang, apalagi ditambah koflik internal yang menguras energi,” tandasnya. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya