Disiapkan, Pembinaan Siswa Menuju Olimpiade Sains Internasional 2016
Syarief Oebaidillah
30/10/2015 00:00
((ANTARA/Indrianto Eko Suwarso))
Puluhan siswa berprestasi dari berbagai provinsi di Indonesia mengikuti pelatihan tahap pertama persiapan menuju olimpiade sains tingkat internasional tahun 2016.
Mereka merupakan para peraih medali ajang Olimpiade Sains (OSN) 2015 tingkat SMA. Kegiatan pembinaan tahap pertama ini secara resmi dibuka Kepala Subdit Kelembagaan dan Peserta Didik Direktorat Pembinaan SMA Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud, Suharlan, di aula Wisma Balai Perguruan Putri (BPP), Bandung.
Pembinaan tahap pertama ini dibagi per kelompok mata pelajaran sesuai bidang olimpiade yang diperlombakan, yakni Biologi, Astronomi, Matematika, Fisika, Kebumian, Geografi, Komputer, dan Kimia. Jumlah peserta dari masing-masing bidang ini sekitar 30 orang.
Selain di Bandung, kegiatan yang berlangsung selama tiga minggu ini juga digelar serentak di Yogyakarta dan Malang.
â€Berdasarkan evaluasi dan masukan dari alumni, kali ini kami menerapkan cara berbeda. Selain belajar di kelas, anak-anak juga akan mengikuti tur ke lapangan. Sehingga anak-anak lebih fresh. Dan, kami juga akan melatih mereka untuk dapat bekerja sama dengan yang lain. Itu bekal untuk mereka,†kata Suharlan melalui rilisnya kepada pers, hari ini.
Dikatakan, agar pelatihan berlangsung maksimal, pihaknya bekerja sama dengan perguruan tinggi. Di antaranya, Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Teknologi Surabaya.
“Kami berharap, hasilnya akan lebih baik. Dan mereka yang pernah meraih emas mampu mempertahankan," cetusnya.
Salah seorang peserta, Andrea Laurentius,16, mengaku antusias mengikuti kegiatan ini. Pelajar asal SMA Sutomo 1 Medan ini bertekad belajar maksimal agar lolos seleksi dan masuk ke tahap selanjutnya.
“Saya akan berbuat yang terbaik. Orangtua saya mendukung penuh. Ini adalah kesempatan yang baik," cetusnya.
Setelah mengikuti seremoni pembukaan, para peserta kemudian langsung mengikuti pembinaan sesuai dengan bidang masing-masing. Di antaranya, peserta Astronomi bergegas menuju teropong bintang Boscha, Lembang, mendalami ilmu tentang tata surya. Peserta mata pelajaran Komputer menuju kampus ITB mengikuti kelas yang sudah disiapkan.
Suharlan menambahkan agar terpilih menjadi peserta Olimpiade Sains Internasional 2016, peserta akan mengikuti berbagai tahapan seleksi. Hasil dari pelatihan tahap pertama ini, sekitar 15 orang akan masuk ke pelatihan tahap kedua. Kemudian, sebanyak 10 peserta yang lolos pada tahap kedua, akan masuk ke tahap ketiga.
Tahap ini akan menyisakan 4-6 peserta untuk masuk ke tahap empat. Para peserta yang berhasil masuk ke tahap ke empat ini akan dipersiapkan secara intensif untuk mengikuti olimpiade sains tingkat dunia. (Q-1)