Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
"OH, ini kereta singa barong. Besar sekali," seru seorang siswi SMK di Karawang saat berkunjung ke Museum Pusaka Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat, Rabu (10/10).
Sebagai salah satu benda pusaka yang dipamerkan di dalam museum itu, kereta singa barong memang paling menarik perhatian pengunjung. Selain bentuknya yang cukup besar jika dibandingkan dengan benda-benda lainnya di museum tersebut, juga karena perpaduan unsur budaya tiga negara yang tersimbolkan di kereta itu, yakni India, Tiongkok, dan Mesir.
Selain kereta kencana singa barong, Museum Pusaka Keraton Kasepuhan juga memamerkan lebih dari 2.000 benda koleksi.
"Mulai dari zaman Pajajaran hingga masa Kesultanan Cirebon,"ungkap Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat, Rabu (10/10).
Koleksi itu, antara lain berupa senjata tombak, keris, hingga meriam. Lalu, peralatan musik, seperti gamelan, alat-alat permainan, guci, dan keramik peninggalan Putri Ong Tien, istri Sunan Gunung Jati, serta masih banyak benda pusaka lainnya.
Untuk gamelan, ada yang unik di museum tersebut, yaitu gamelan kodok ngorek. Bentuknya menyerupai kodok. Gamelan itu, sambung Arief, dipercaya memiliki daya magis tersendiri, yaitu menurunkan hujan jika dibunyikan. Gamelan tersebut merupakan peninggalan Sunan Kalijaga yang pada masanya digunakan untuk dakwah.
Sejumlah benda koleksi berukuran relatif kecil, seperti keris, mata tombak, dan keramik disimpan dalam 60-an lemari kaca terkunci yang dilengkapi dengan lampu kecil.
Selain itu, terdapat sebuah ruang yang selalu ditutup, disebut ruang pusaka. Di ruang tersebut tersimpan sejumlah benda yang hanya diperbolehkan keluar di waktu-waktu tertentu.
Seperti jubah, keris, dan pedang miliki Sunan Gunung Jati, serta sejumlah keramik yang hanya dikeluarkan saat acara pajang jimat atau menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, juga tersimpan sejumlah naskah kuno peninggalan Kesultanan Cirebon.
Arief menambahkan, bangunan museum yang berdiri di atas lahan sekitar 1.000 meter persegi itu dilengkapi 23 CCTV serta enam pendingin ruangan. Panasnya cuaca pantura pun tidak akan terasa saat berada di dalam museum itu.
"Sejak lama Keraton Kasepuhan memang ingin membangun museum yang modern dan nyaman agar masyarakat khususnya generasi muda kita lebih tertarik lagi masuk ke museum dan mempelajari sejarah melalui benda-benda yang diwariskan kepada kita," pungkas Arif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved