Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Teknologi Nuklir Nasional (Batan) telah berhasil mengembangkan lima produk hasil pengembangan teknologi nuklir untuk kebutuhan penyembuhan penyakit.
Dalam diskusi bertema Kedokteran Nuklir untuk Publik pada Indonesia Science Expo 2018, di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Serpong, Jumat (2/11). Kepala Pusat Radioisotop dan Radiofarmaka Batan Rohadi Awaludin mengungkapkan kelima teknologi itu kini sudah digunakan oleh beberapa rumah sakit untuk kepentingan masyarakat.
"Kami terus mengembangkan teknologi nuklir untuk bidang kesehatan. Banyak yang masih tahap awal, lalu tahap uji coba, dan yang sudah berhasil digunakan di hilir, yakni lima buah," kata Rohadi.
Kelima produk itu adalah yang pertama Kit MIBI, yang berfungsi untuk mendiagnosis fungsi jantung dan mengevaluasi fungsi otot jantung. Jika teknik pencitraan medis biasa hanya dapat melihat perubahan anatomi atau massa jantung, hasil pencitraan menggunakan MIBI memberikan informasi yang lebih akurat mengenai fungsi jantung.
Kedua, Kit MDP, berfungsi mendiagnosis sejauh mana penyebaran kanker di dalam tulang. Alat itu digunakan dalam penentuan stadium penyakit kanker sehingga menjadi gambaran bagi dokter untuk langkah pengobatan selanjutnya.
"Sampai mana penyebaran kanker itu pada tulang. Ketika sudah diketahui persebarannya maka, dokter pun terbantu untuk menentukan terapi yang terbaik bagi pasiennya," ujar Rohadi.
Selanjutnya, teknologi ketiga adalah DTPA yang dapat mendiagnosis fungsi ginjal untuk memberikan informasi yang lebih akurat tentang kondisi ginjal pasien. Informasi itu sangat berguna dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Keempat, Radiofarmaka Senyawa Bertanda 153 Sm-EDTMP atau Samarium, digunakan untuk terapi paliatif atau mengurangi rasa nyeri kepada penderita kanker, terutama sel kanker yang sudah menyebar ke organ tubuh lain (metastasis).
"Senyawa ini disuntikkan kepada pasien biasanya pada kanker tulang yang kankernya sudah menyebar ke tulang dan merasakan nyeri akibat kanker itu. Suntikan ini bisa menghilangkan rasa nyeri antara 20 hari sampai 40 hari. Tapi pengalaman yang ada suntikan bisa bertahan sampai 2 bulan," terang Rohadi.
Teknologi kelima yang sudah digunakan industri kesehatan yakni Radiofarmaka Senyawa Bertanda 131 I-MIBG, digunakan untuk mendiagnosis kanker neuroblastoma atau sistem saraf pada anak-anak.
Batan pun terus mengembangkan teknologi nuklir guna mengobati penyakit-penyakit lainnya seperti kanker payudara yang saat ini menjadi jenis kanker paling mematikan di dunia.
Saat ini rumah sakit masih minim menggunakan teknologi nuklir yang sudah dikembangkan Batan. Jika dibandingkan dengan negara-negara lain, Indonesia masih jauh tertinggal.
Rohadi mengatakan Indonesia bisa mencontoh Jepang dalam pemanfaatan teknologi nuklir dalam bidang kesehatan. Ia pun berharap agar pemerintah bisa mendorong RS agar mau menyediakan teknologi yang telah dikembangkan BATAN untuk kepentingan masyarakat.
"Sebab, ini salah satunya yang bisa sangat bermanfaat bagi masyarakat. Sehingga cukup baik jika pemerintah bisa mendorong agar RS bisa menggunakan teknologi ini," tegasnya. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved