Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Pencarian Korban dan Badan Pesawat tidak Menyebar

Atalya Puspa
30/10/2018 22:05
Pencarian Korban dan Badan Pesawat tidak Menyebar
(ANTARA)

BADAN Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bekerja secara efisien untuk secepatnya mencari jasad korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 dan puing-puing pesawat yang tersebar.

Basarnas menggunakan alat multibeam echosounder untuk mempermudah pencarian bagian besar pesawat dan kotak hitam (blackbox). Penggunaan multibeam echosounder memungkinkan puing dan blackbox dalam jangkauan 300 m di sekitar kapal akan terdeteksi.

Syaugi mengungkapkan, pencarian korban, serpihan, dan puing-puing pesawat tidak bisa dilakukan secara sembarangan. "Pencarian dilakukan berdasarkan pattern yang sudah dibuat. Pattern tersebut dibentuk berdasarkan arus, angin, dan kecepatan gelombang."

Dirinya menambahkan, pencarian dilakukan tidak menyebar, melainkan dari arah Timur ke Barat Daya. Pencarian juga dilakukan dengan mengerahkan pasukan penyelam dan helikopter.

Presiden Joko Widodo juga sempat datang ke posko Basarnas di JICT II Perlabuhan Tanjung Priok untuk memantau progres terkini evakuasi.  Syaugi mengungkapkan Presiden mengapresiasi kerja Basarnas yang sigap.

"Kami bekerja 24 jam tanpa henti, dan Presiden Jokowi sangat mengapresiasi tim di lapangan yang bekerja dengan serius dalam menangani kejadian ini," ungkap Syaugi.

Dalam dua hari, sampai dengan Selasa (30/10) sore, sebanyak 34 kantong jenazah sudah dikirim ke JICT 2 Tanjung Priok. Empat belas di antaranya berisi potongan tubuh korban yang langsung dilarikan ke RS Polri untuk diidentifikasi. Sisanya berisi puing-puing pesawat.

Kemudian, pada Selasa malam, Basarnas kembali mengangkut 13 kantong jenazah. Dari ketiga belas kantong, 10 kantong berisi bagian-bagian tubuh korban dan tiga berupa potongan badan pesawat. (A-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya