Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 mengeluhkan kealpaan tim Lion Air di posko informasi korban Lion Air yang ditemukan jatuh di lepas pantai Tanjung Karawang.
Pesawat rute Jakarta-Pangkal Pinang itu hilang kontak pada pukul 06.20 WIB seusai lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Senin (29/10).
Puluhan keluarga korban yang tiba di Hotel Ibis Cawang, posko korban Lion Air, mengaku kesulitan untuk check in. Lion Air hanya memfasilitasi penyediaan satu kamar untuk per keluarga korban.
Selain itu, hingga pukul 20.50 WIB, tidak ada satu pun petugas Lion Air yang berwenang untuk memberi informasi terkini mengenai evakuasi jenazah.
Alexis Andri, warga Jakarta, yang mertuanya menjadi salah satu korban saat hendak pulang ke Pangkalpinang, mengatakan keluarga korban membutuhkan kepastian informasi. Kepastian tidak hanya dalam hal penginapan, makan, tetapi juga kejelasan informasi perkembangan temuan tim pencari korban.
Tiga petugas yang hadir di meja administrasi keluarga korban hanya bertugas untuk mendata dan memberi kamar. Mereka menyatakan tidak berwenang memberi informasi dengan alasan harus satu pintu. Akibatnya, para keluarga korban masih menunggu gerak dari Lion Air.
"Ya kita belum dapat informasi apa- dari Lion Air. Saya inisiatif nonton televisi. Jadi apa yang perlu kita lakukan, ya kita lakukan segera. Saya dari pukul 11.00 WIB di Bandara Soekarno Hatta sampai di Halim lalu ke sini, tidak ada informasi apa-apa," ujar Alexis, saat ditemui di Hotel Ibis Cawang, Jakarta, Senin (29/10).
Alixis mengungkapkan mertuanya menjadi salah satu korban berasal dari Pangkalpinang yang menghadiri sebuah acara di Jakarta, akhir pekan lalu. "Jadi hari ini pagi tadi pulang ke Pangkalpinang," ujarnya. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved